Pemko Tpi

Masyarakat Nilai Penerapan GeNose Belum Efektif dan Merata di Kepri

Calon penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Penerapan GeNose sebagai syarat untuk keluar masuk daerah yang berada di dalam Provinsi Kepri diminta masyarakat untuk segera dievaluasi karena belum merata.

Menurut seorang calon penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Rahmatika, dengan diterapkan persyaratan ini dapat memberatkan masyarakat yang hendak bepergian dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri.

“Syarat ini memberatkan kami. Memang biayanya terjangkau. Tapi, dari sisi lain GeNose ini juga memakan waktu. Bayangkan kalau ada orang bisnis mau cepat, harus nunggu antri di pelabuhan untuk GeNose. Tentu sangat rugikan,” ujarnya, Selasa (8/6).

Rahmatika yang saat itu ingin pulang ke Dabo Singkep, Lingga, menuturkan waktu ia datang ke Tanjungpinang hanya dimintai surat keterangan sehat dari puskesmas bukan GeNose.

“Tapi begitu mau pulang ke Dabo Singkep harus GeNose. Jadi ini kan bisa dibilang belum efektif penerapan GeNose. Belum merata se-Kepri. Kalau mau terapkan ya terapkan, jangan tanggung-tanggung,” tegasnya.

Dari pantauan LintasKepri di Pelabuhan Sri Bintan Pura, banyak calon penumpang yang antre untuk melaksanakan GeNose sebagai syarat untuk keberangkatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, mengatakan saat ini pihaknya tidak bisa untuk mencabut aturan tersebut. Karena, aturan itu langsung dari Kementerian Perhubungan, Satuan Gugus Tugas Nasional dan Kantor Karantina Pelabuhan (KKP).

“Kami mengikuti saja kebijakan bersama tersebut. Tapi akan ada evaluasi setiap dari kebijakan yang dibuat,” ujar Bisri kepada LintasKepri.

Saat ini ia mengklaim jika penerapan aturan GeNose sudah efektif dan kemungkinan akan terus berlanjut.

“Kalau situasi belum kondusif, tentu aturan ini masih kita terapkan. Ya ini salah satu untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Biar orang tidak leluasa kesana kemari,” pungkas Bisri.

(san)