Banner dprd kota

Masyarakat Natuna Satukan Suara Tolak WNI dari Wuhan China

DPRD Natuna bersama unsur Pemerintah Daerah dan FKPD, saat menemui ratusan masyarakat Natuna, yang menolak kedatangan WNI dari Wuhan, China.
DPRD Natuna bersama unsur Pemerintah Daerah dan FKPD, saat menemui ratusan masyarakat Natuna, yang menolak kedatangan WNI dari Wuhan, China.

Natuna, LintasKepri.com – Malam ini, Jum’at (31/01/2020) sekitar pukul 21:30 Wib, tiba-tiba kantor DPRD Natuna mendadak ramai didatangi oleh ratusan masyarakat dari sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Natuna. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan aspirasi kepada sang wakil rakyat, terkait rencana Pemerintah Pusat yang akan mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Wuhan, China, untuk dikarantinakan diwilayah tersebut.

Masyarakat merasa sangat resah, jika WNI dari Wuhan tersebut dikarantinakan di Kabupaten Natuna. Mereka mengaku tidak ingin jika kedatangan WNI dari Wuhan tersebut justru membawa virus corona kewilayah mereka, dan menjangkit ke masyarakat setempat.

Karena seperti diketahui bersama, saat ini di Kota Wuhan China sedang marak adanya virus corona yang mematikan bagi manusia.

“Pokoknya kami masyarakat Natuna menolak keras. Jangan sampai WNI dari Wuhan masuk ke Natuna, apalagi sampai dikarantina disini,” teriak warga yang hadir.

“Pokoknya apapun bentuknya yang datang dari Wuhan, pasti kami tolak. Kami jangan dibebankan untuk mengendalikan masa,” sambung Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismunandar.

Kata Wan Aris, masyarakat Natuna siap turun kejalan dan menghadang rombongan WNI dari Wuhan. Bahkan ia mengklaim, akan ada sekitar 30 ribu warga Natuna yang siap untuk menghadang di Bandara Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna.

“Kalau memang harus senjata para aparat yang kami hadapi, kami akan hadapi,” katanya.

Masyarakat Natuna saat menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat dan Pemerintah, soal rencana kedatangan WNI dari Wuhan, China untuk dikarantina.
Masyarakat Natuna saat menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat dan Pemerintah, soal rencana kedatangan WNI dari Wuhan, China untuk dikarantina didaerah mereka.

“Kalau tidak ingin ada tumpah darah, mohon malam ini juga dibuat tindakan. Tapi kalau ingin lihat 30 ribu masyarakat turun ke Bandara, malam ini tak usah buat tindakan dan keputusan,” tegas Wan Aris, didepan Ketua dan Wakil Ketua II DPRD Natuna, Sekda Natuna, Dandim 0318/Natuna, Waka Polres Natuna serta masyarakat.

Sementara itu Sekda Natuna Wan Siswandi, yang ikut menemui warga menyampaikan, bahwa memang benar, Pemerintah Pusat akan menjadikan Natuna sebagai tempat persinggahan bagi WNI dari Wuhan, dan akan di karantina terlebih dahulu selama dua minggu, sebelum di kembalikan daerah mereka masing-masing.

Sekda mengaku Pemda Natuna sendiri baru mendapat kabar mendadak dari Pemerintah Pusat, saat Menteri Kesehatan RI, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pangkogabwilhan I beserta rombongan tiba-tiba datang ke Kabupaten Natuna, untuk mempersiapkan rencana kedatangan WNI dari Wuhan.

“Kami pun terkejut, karena informasinya mendadak. Lalu Pak Bupati ada nelpon saya, beliau suruh sampaikan ke Pemerintah Pusat, bahwa masyarakat Natuna menolak,” sebut Wan Siswandi.

Namun Wan Siswandi mendapat informasi dari Kementerian Kesehatan, bahwa WNI yang bakal dikarantina di Kabupaten Natuna, belum terdeteksi penularan virus corona. Ia menyampaikan pernyataan dari Menkes, bahwa WNI yang telah terinfeksi virus corona tersebut langsung dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Memang berdasarkan surat himbauan dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia, red), bahwa warga yang dievakuasi dari China, harus dikarantina dulu selama dua minggu, sebelum dipulangkan kerumahnya masing-masing,” jelas Wan Siswandi.

Ratusan warga saat mendatangi Kantor DPRD Natuna, di Jalan Yos Sudarso, Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.
Ratusan warga saat mendatangi Kantor DPRD Natuna, di Jalan Yos Sudarso, Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.

“Kata Menteri Kesehatan tadi, bahwa saudara kita dari Wuhan yang akan singgah di Natuna, mereka tidak sakit. Hanya saja perlu dikarantina dulu,” katanya lagi.

Menanggapi alasan tersebut, Ketua DPD KNPI Natuna, Haryadi, menanyakan, jika memang WNI tersebut tidak terjangkit virus corona, kenapa musti dikarantinakan terlebih dahulu di Kabupaten Natuna.

“Kalau memang tidak sakit, kenapa tidak langsung dibawa saja ke Jakarta. Kalau hanya singgah untuk mengisi aftur, silahkan, tapi jangan sampai menginjakkan kakinya di Natuna,” pinta Haryadi.

Sementara itu Ketua DPRD Natuna Andes Putra, meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna agar segera mengambil langkah antisipasi dan himbauan kepada seluruh masyarakat, jika memang terpaksa WNI dari Wuhan tersebut harus dikarantina di Natuna.

“Ini demi keamanan masyarakat Natuna dari terjangkitnya virus corona,” kata Andes.

Andes meminta kepada Pemerintah Daerah supaya segera mengambil tindakan, supaya WNI dari Wuhan itu batal dikarantinakan di wilayah ujung utara NKRI tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, rencananya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan akan mengevakuasi sebanyak 243 orang WNI dari Wuhan, China, untuk dilakukan karantina selama 14 hari di Kabupaten Natuna.

Bahkan atas adanya informasi tersebut, saat ini masyarakat Natuna sudah mulai menyetock masker, sebagai langkah antisipasi supaya tidak tertular penyakit corona.

Laporan : Erwin Prasetio