Masyarakat Berharap Jalan dan Jembatan Trans Batubi-Kelarik Dibangun Permanen

Tampak Babinsa Air Mali Kopda Ruwiyadi saat membantu warga membenahi jembatan yang ambles.
Tampak Babinsa Air Mali Kopda Ruwiyadi saat membantu warga membenahi jembatan yang ambles.

Natuna, LintasKepri.com – Musim penghujan yang melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Natuna, menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan ringan, sedang hingga parah, akibat diterjang banjir.

Salah satu fasilitas pendukung jalan, seperti jembatan, yang ada di jalan trans Kecamatan Bunguran Batubi dan Kecamatan Bunguran Utara (Kelarik) Kabupaten Natuna, rusak akibat digerus air hujan beberapa waktu lalu.

Hal ini lantas membuat Pemerintah setempat, bersama warga dan aparat keamanan seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa), ikut berpartisipasi dalam melakukan perbaikan jembatan yang rusak. Rabu (04/12/2019) siang.

Kopda Ruwiyadi yang merupakan seorang Babinsa Kelarik Air Mali menuturkan, bahwa jembatan tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat di Kecamatan Bunguran Utara.

Kopda Ruwiyadi bersama Pemerintah Kecamatan, Desa dan Warga sekitar, sedang memperbaiki jembatan yang rusak akibat diterjang banjir.
Kopda Ruwiyadi bersama Pemerintah Kecamatan, Desa dan Warga sekitar, sedang memperbaiki jembatan yang rusak akibat diterjang banjir.

Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya untuk menghubungkan antara Kecamatan Bunguran Batubi dan Kecamatan Bunguran Utara.

“Jalan ini selalu dilalui oleh warga Kelarik yang ingin ke Batubi, Ranai dan sebaliknya. Kalau dibilang penting, ya sangat penting sekali, karena untuk sementara inilah jalan mereka satu-satunya,” terang Ruwiyadi.

Untuk itu ia bersama Pemerintah Kecamatan Bunguran Utara, Pemerintah Desa Air Mali dan Desa Kelarik Utara serta warga, bersama-sama melakukan gotong royong (Goro) untuk membenahi jembatan darurat yang ambles.

Bersama warga, Kopda Ruwiyadi memikul kayu glondongan untuk membuat jembatan darurat.
Bersama warga, Kopda Ruwiyadi memikul kayu gelondongan untuk membuat jembatan darurat.

“Kita benahi alakadarnya saja, dengan menggunakan kayu dari hutan sekitar. Namun kami yakin ini bisa bertahan untuk beberapa tahun kedepan, sambil menunggu jembatan ini dibangun secara permanen,” ujarnya.

Pemerintah bersama warga setempat berharap, agar Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, bisa membangun jalan dan jembatan lanjutan lintas Batubi-Kelarik secara permanen dan layak. Pasalnya jalan tersebut merupakan akses utama dan penting bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Selain itu, dengan adanya jalan dan jembatan yang permanen, dapat mengurangi resiko bagi para pengendara yang melintasi jalan tersebut.

Laporan : Erwin Prasetio