'

Kronologis Polres Bintan Tangkap Tersangka Penyelundup Ratusan Kilogram Sabu

Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Narkoba oleh Sat Res Narkoba di Polres Bintan, Rabu (4/9).

Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Narkoba oleh Sat Res Narkoba Polres Bintan, Rabu (4/9).

Bintan, LintasKepri.com – Kepolisian Resort Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, membeberkan penangkapan ratusan kilogram narkotika jenis sabu berikut 3 orang tersangka yang diamankan Sat Res Narkoba Polres Bintan beberapa waktu lalu.

Dihadapan sejumlah media, Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, di Polres Bintan, Rabu (4/9), mengungkapkan, modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka menyelundupkan narkotika jenis sabu dari Malaysia menggunakan kapal cepat (speed boat).

Sabu dimasukkan kedalam jerigen, seolah cairan recin (cairan pengkilat kayu). Setibanya di Indonesia, sabu dibawa menggunakan kendaraan roda empat yang sudah dimodifikasi ke Pelabuhan Dompak Tanjungpinang dengan tujuan distribusi ke Pulau Sumatera dan Jawa.

JF (37) lebih dulu diamankan Satres Narkoba Polres Bintan dikediamannya Jl. Antasari Gg. Riang RT001/RW003 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Telok Sebong, Bintan. Polisi menemukan 120 paket diduga narkotika jenis sabu.

“Berikutnya dilakukan penyelidikan dan pengembangan, berhasil mengamankan dua pelaku lainnya dengan inisial SY dan Z H,” tutur AKBP Boy Herlambang.

Satres Narkoba Polres Bintan terus mengembangkan kasus ini. Pada saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah tempat tinggal tersangka JF, ditemukan tersangka SY.

Polisi menggeledah rumah dan kendaraan JF, ditemukan barang bukti berupa 99 bungkus besar diduga narkotika jenis sabu di dalam 3 koper yang disimpan didalam kamar mandi.

JF juga menyimpan barang haram itu didalam mesin cuci sebanyak 3 bungkus besar dan 1 bungkus sedang diduga narkotika jenis sabu.

Barang bukti tersebut yakni 120 paket narkotika jenis sabu dengan berat bersih 118,521.97 kilogram hasil penimbangan Pegadaian Tanjungpinang, 4 buah koper, 1 set alat hisap sabu, 1 unit mesin cuci, 2 buah jerigen warna kuning, 1 unit mobil Fortuner BE 1031 FD warna silver dan 1unit mobil Kijang LGX BP 1126 TA warna biru.

Barang bukti 120 paket narkotika jenis sabu dengan berat bersih 118,521.97 kilogram hasil penimbangan Pegadaian Tanjungpinang, 4 buah koper, 1 set alat hisap sabu, 1 unit mesin cuci, 2 buah jerigen warna kuning, 1 unit mobil Fortuner BE 1031 FD warna silver dan 1 unit mobil Kijang LGX BP 1126 TA warna biru hasil tangkapan polisi.

Tidak sampai disitu, Polisi juga menemukan 17 bungkus besar narkotika jenis sabu didalam kendaraan roda empat jenis Kijang LGX BP 1126 TA milik JF.

“Total narkotika jenis sabu yang diamankan adalah sebanyak 118,521,97 Kg, hasil penimbangan Pegadaian Tanjungpinang,” terang Boy.

Berdasarkan keterangan tersangka. JF, paket diduga narkotika jenis sabu itu merupakan milik tersangka ZH yang dititip oleh tersangka SY dirumah tempat tinggal tersangka JF sebelum diberangkatkan oleh tersangka SY.

Tersangka SY menjelaskan bahwa ia bekerja untuk membawa dan mengirim diduga narkotika jenis sabu tersebut atas perintah tersangka ZH.

Berdasarkan keterangan tersangka ZH, paket barang diduga narkotika jenis sabu tersebut berasal dari Malaysia dan dibawa ke perairan Senggiling dengan menggunakan speed boat.

“Paket narkotika jenis sabu tersebut dikemas dalam kemasan wrapping plastik, alumunium foil, dan kemasan teh cina,” ungkap Boy.

Polisi juga menunjukkan hasil penangkapan barang bukti narkotika jenis sabu dalam bungkusan plastik bening, kendaraan yang digunakan, serta ketiga tersangka pria inisial JF (37), SY (38) dan ZH (36) dihadapan jurnalis saat konferensi pers, Rabu (4/9).

Barang bukti tersebut yakni 120 paket narkotika jenis sabu dengan berat bersih 118,521.97 kilogram hasil penimbangan Pegadaian Tanjungpinang, 4 buah koper, 1 set alat hisap sabu, 1 unit mesin cuci, 2 buah jerigen warna kuning, 1 unit mobil Fortuner BE 1031 FD warna silver dan 1unit mobil Kijang LGX BP 1126 TA warna biru.

Polisi menyangkakan para tersangka kedalam pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

(dar)

Baca juga :

Top