Pemko Tpi

KPPAD Kepri Tangani Kasus Anak yang Coba Bunuh Orang Tua

Y saat diamankan warga pada Sabtu (6/6) lalu di Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri telah menerima kasus anak yang melakukan percobaan pembunuhan terhadap ibunya sendiri dari pihak Polres Tanjungpinang.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua KPPAD Kepri Titi Sulastri kepada LintasKepri, Selasa (23/6).

Titi mengungkapkan, Y (anak yang berkasus) terlebih dahulu mengikuti assesment (penilaian) untuk mengetahui latar belakang permasalahan yang dihadapi sehingga nekat ingin melakukan pembunuhan terhadap ibunya.

“Hari ini diassesment sama pekerja sosial (Peksos). Biar tahu latar belakang dia,” terang Titi.

Dia mengungkapkan, setelah diassesment, anak tersebut baru akan dibina oleh KPPAD bersama Dinas Sosial.

“Kalau dah assesment baru anak itu akan mengikuti proses pembinaan setiap hari Jumat selama 3 bulan,” ucap Titi.

Saat ini, kata dia, anak itu sudah diserahkan ke keluarganya. Hanya saja dengan perjanjian wajib lapor dan mengikuti pembinaan.

Sebelumnya Y, pelaku yang ingin membunuh ibunya itu saat diinterograsi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, B A Ginting, mengaku jika dirinya ingin membunuh setelah sempat dipukuli oleh ibunya.

“Saya kemarin sering dipukul sama ibu sampai sesak nafas. Habis itu baju saya dibakar,” ujar Y kepada Bhabinkamtibmas, Sabtu (6/6) lalu.

Namun, alasan Y tersebut tidak digubris oleh Bhabinkamtibmas.

“Sudah nanti saja di kantor,” tegas Bhabinkamtibmas.

Informasi yang dihimpun dari warga, sebelumnya sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dengan ibunya.

“Dari dalam rumah dia sudah kejar. Dikejarnya sampai keluar. Pisau ditangannya berhasil diamankan sama orang bengkel di bawah,” kata Yogi, warga Pramuka.

Yogi mengatakan, bukan hanya sekali ini saja pelaku mencoba membunuh orang tuanya itu.

“Kalau tidak salah sudah 2 kali. Kemarin cuma sampai di RT dan Bhabinkamtibmas saja. Ini sudah ketiga kali, sudah keterlaluan,” tutur Yogi saat itu.

(san)