Pemko Tpi

KPPAD Kepri Pertanyakan Pemberhentian Kasus Dugaan Cabul Pria Beristri yang Digerebek di Tanjungpinang

Ketua KPPAD Kepri, Erry Syahrial.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mempertanyakan pemberhentian kasus penggerebekan pria beristri inisial J bersama anak dibawah umur di salah satu hotel di Tanjungpinang.

“Ada apa dengan kasus ini sampai diberhentikan penyelidikan dengan alasan tidak ditemukan unsur pidana dan tidak ada barang bukti,” tegas Ketua KPPAD Kepri, Erry Syahrial, di kantornya, Rabu (15/7).

Padahal, kata Erry, waktu proses penggerebekan banyak alat bukti yang diamankan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) seperti alat kontrasepsi, obat kuat, tisu, dan video penggerebekan.

“Video penggerebekan, alat kontrasepsi sudah terpakai, begitu juga obat kuat serta tisu basah. Semua barang bukti diamankan oleh salah satu pegawai P2TP2A. Dan infonya masih disimpan oleh pegawai itu,” ungkap Erry.

Erry meminta agar polisi tetap melanjutkan proses hukum kasus tersebut. Apalagi, pada kasus ini, J tertangkap tangan oleh petugas.

“Ini kan sudah tertangkap tangan. Sebenarnya tanpa laporan sudah bisa diproses. Dan alat bukti sudah ada, yang utama itu alat bukti visum korban,” tegas Erry.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri Misni, mengaku tidak mengetahui hal ini. Sehingga dirinya mengarahkan agar mempertanyakan langsung ke UPT P2TP2A Kepri, Lalu Ahmad.

“Komunikasi dengan pak Lalu di UPT ya,” ucapnya menyarankan.

Sedangkan ketika dikonfirmasi ke UPT P2TP2A, Lalu mengaku tidak mengetahui pasti terkait alat bukti yang diamankan.

“Setahu saya tidak ada,” jawab Pendamping di P2TP2A Kepri itu.

Sedangkan Hartendi petugas dari UPT P2TP2A Kepri yang ikut pengggerebekan malam itu juga mengaku bahwa alat bukti yang dimaksud tidak ada sama dia.

“Gak ada dengan saya barang bukti walaupun saya ada disana. Saya hanya sebagai pendamping pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan pengaduan tersebut,” katanya.

(san)