Korban Rumah Terbakar di Tanjung Kumbik Dapat Bantuan dari Pemda dan Komunitas Sosial

LPP Gurindam web
Kadis Sosial PPPA Natuna Hj. Kartina Riauwita saat menyerahkan bantuan kepada Ibu Meri secara simbolis.
Kadis Sosial PPPA Natuna Hj. Kartina Riauwita saat menyerahkan bantuan kepada Ibu Meri secara simbolis.

Natuna, LintasKepri.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), memberikan bantuan kepada Ibu Meri (52), salah seorang korban dari musibah rumah kebakaran yang terjadi di Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, yang terjadi pada Rabu (26/06/2019) lalu.

Bantuan berupa kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dan sejumlah uang tunai tersebut, diserahkan langsung oleh Kepala Dinsos PPPA Natuna, Hj. Kartina Riauwita, bersama Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial, Tasnim, serta Kasi Penanganan Korban Bencana dan Korban Kekerasan, Berman Limbong. Pada Kamis (04/07/2019) siang.

Ketua FKPS Sugianto Utomo, mewakili sejumlah komunitas sosial lainnya, saat menyerahkan hasil penggalangan dana kepada keluarga korban, yang diterima Camat Pulau Tiga Barat, Tabrani.
Ketua FKPS Sugianto Utomo, mewakili sejumlah komunitas sosial lainnya, saat menyerahkan hasil penggalangan dana kepada keluarga korban, yang diterima Camat Pulau Tiga Barat, Tabrani.

Dalam menyerakan bantuan tersebut, Dinsos PPPA Natuna tidak sendirian. Namun juga bebarengan dengan sejumlah organisasi dan komunitas sosial lainnya. Diantaranya Forum Kita Peduli Sesama (FKPS), Suzuki Satria Fu Club (SSFC), Fiz R Bersaudara, Yamaha RX Series Natuna (YRSN), Forum Anak Natuna (FAN), Palang Merah Remaja (PMR) dan Praja Muda Karana (Pramuka) dari SMAN 2 Bunguran Timur.

Bantuan yang diberikan oleh sejumlah organisasi dan komunitas sosial tersebut, merupakan hasil dari aksi Penggalangan Dana, yang mereka lakukan dibeberapa titik di Kota Ranai, pada Minggu (30/06/2019) lalu.

Kedatangan rombongan Dinsos PPPA Natuna dan sejumlah relawan kemanusiaan ke Desa Tanjung Kumbik Utara tersebut, disambut langsung oleh Camat Pulau Tiga Barat, Tabrani beserta Kepala Desa Tanjung Kumbik Utara, Ahmad Yani.

Para relawan saat melansir barang bantuan dari atas pompong menuju kerumah keluarga Ibu Meri.
Para relawan saat melansir barang bantuan dari atas pompong menuju kerumah keluarga Ibu Meri.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Ibu Meri, dikediaman Ibu Rohana, yang merupakan kakak kandung dari korban musibah kebakaran rumah di Desa Tanjung Kumbik Utara.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, dan adik-adik, yang telah sudi membantu meringankan beban adik kami,” ungkap Rohana.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial PPPA Natuna, Hj. Kartina Riauwita, kepada media ini menjelaskan, bahwa selain memberikan bantuan sembako kepada korban rumah kebakaran, pihaknya juga akan mengajukan permohonan bantuan pembangunan rumah baru, kepada Bupati Natuna.

Rombongan Dinsos PPPA dan Relawan Sosial, saat menuju ke lokasi rumah korban yang hangus terbakar.
Rombongan Dinsos PPPA dan Relawan Sosial, saat menuju ke lokasi rumah korban yang hangus terbakar.

“Makanya ini kami turun langsung ke lapangan, mau mengecek gimana kondisinya. Nanti akan kita sampaikan sama Pak Bupati, untuk mendapatkan persetujuan dari beliau,” kata Kartina.

Kartina mengaku belum mengetahui berapa jumlah bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Daerah Natuna, melalui Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Asset Daerah (BPKAD).

“Kita belum tahu berapa dapatnya, tergantung referensi dari Pak Bupati dulu. Karena ini sifatnya bantuan, jadi jumlahnya tidak bisa dipastikan. Kami hanya memberikan rekom saja, nanti yang ngeluarkan dananya dari BPKPAD,” ujar Kartina.

Rombongan saat meninggalkan Desa Tanjung Kumbik Utara.
Rombongan saat meninggalkan Desa Tanjung Kumbik Utara.

Dalam kesempatan yang sama Ketua FKPS Sugianto Utomo alias Yanto, menuturkan, bahwa hasil dari aksi penggalangan dana yang mereka lakukan bersama komunitas sosial lainnya, akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga korban, untuk membantu mendirikan rumah baru.

“Kemarin dapatnya sekitar Rp 10 juta lebih, namun kami keluarkan sebagian untuk konsumsi teman-teman relawan, dan biaya transportasi. Jadi sisanya sekitar Rp 9,5 juta, ini akan kami serahkan semuanya,” kata Yanto.

Yanto berharap, hasil sumbangan dari para dermawan tersebut, dapat membantu meringankan beban keluarga korban, untuk membangun rumah baru.

Perjalanan menuju Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, dengan menggunakan perahu pompong.
Perjalanan menuju Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, dengan menggunakan perahu pompong.

Sementara itu Camat Pulau Tiga Barat, Tabrani, menyebutkan, bahwa sebelumnya pihaknya juga telah melakukan penggalangan dana bersama masyarakat setempat, disejumlah Desa yang ada di Kecamatan Pulau Tiga Barat. Bantuan tersebut juga sudah mereka serahkan kepada Ibu Meri, untuk membantu proses pembangunan rumah baru dilokasi rumah sebelumnya yang terbakar.

“Waktu itu kalau tidak salah pegalangan dana yang disini, berhasil terkumpul Rp 6 juta lebih. Dan Alhamdulillah antusiasme masyarakat untuk menyumbang, sangat tinggi,” sebut Tabrani.

Tabrani juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, kepada Dinsos PPPA Natuna dan sejumlah komunitas sosial, yang telah rela menyisihkan rejeki, waktu dan tenaganya, untuk membantu meringankan beban Ibu Meri.

Kadis Sosial PPPA ditemani Camat Pulau Tiga Barat dan Kades Tanjung Kumbik Utara, saat melihat kondisi rumah Ibu Meri yang telah hangus dilahap sijago merah.
Kadis Sosial PPPA ditemani Camat Pulau Tiga Barat dan Kades Tanjung Kumbik Utara, saat melihat kondisi rumah Ibu Meri yang telah hangus dilahap sijago merah.

“Semoga amal ibadah mereka dibalas oleh Allah SWT, dan dicatat sebagai pahala,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Ibu Meri merupakan salah seorang gadis tua, yang tinggal sendirian di kediamannya yang telah ludes terbakar. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, wanita berusia 52 tahun itu, hanya mengandalkan hasil dari menjual minyak bensin dan beternak ayam kampung, disekitar rumahnya.

Laporan : Erwin Prasetio