Koramil 03/Sedanau Dukung Pengembangan Wisata Mangrove di Mekar Jaya

Babinsa Mekar Jaya Serda A. Tanjung bersama Kades Mekar Jaya Muhammad Isa, saat meninjau lokasi wisata hutan mangrove.

Babinsa Mekar Jaya Serda A. Tanjung bersama Kades Mekar Jaya Muhammad Isa, saat meninjau lokasi wisata hutan mangrove.

Natuna, LintasKepri.com – Komando Rayon Militer (Koramil) 03/Sedanau, mendukung penuh rencana pengembangan objek wisata hutan mangrove (bakau) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat.

Hal ini disampaikan oleh Danramil 03/Sedanau, Kapten (Arm) Bambang Hendratno, melalui jajarannya di Babinsa Mekar Jaya, Serda A.Tanjung, saat menghadiri Rapat Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di Desa Mekar Jaya.

Rapat yang juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Natuna, Erson Gempa Afriandi dan Kepala Desa Mekar Jaya, Muhammad Isa tersebut, berlangsung di gedung serbaguna Pemerintah Desa Setempat, pada Minggu (04/02/2019) siang, sekitar pukul 14:00 Wib.

“Selain itu juga hadir Ketua BPD Mekar Jaya beserta anggota, Ketua POKDARWIS Harjono beserta anggota, tokoh agama dan maayarakat,” terang Serda A. Tanjung melalui rilis persnya.

Kata Anggota TNI AD dibawah Komando Kodim 0318/Natuna tersebut, Rapat ini untuk membahas mengenai rencana pembukaan objek wisata hutan mangrove di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Rapat POKDARWIS Mekar Jaya bersama Disparbud Natuna, untuk membahas rencana pengembangan wisata hutan mangrove.

Rapat POKDARWIS Mekar Jaya bersama Disparbud Natuna, untuk membahas rencana pengembangan wisata hutan mangrove.

Dengan dibukanya wisata ini, nantinya diharapkan mampu untuk menarik minat wisatawan untuk datang ke salah satu Desa yang terletak dipelosok Pulau Bunguran Besar tersebut.

“Selain itu diharapkan juga bisa untuk meningkatkan perekonomian bagi warga masyarakat di Desa Mekar Jaya dan sekitarnya,” terang Serda A. Tanjung.

Selain itu, kata dia, pihak TNI AD, khususnya dijajaran Koramil 03/Sedanau, juga sangat mendukung rencana baik ini. Agar Desa yang selama ini dipandang sebelah mata, karena lokasinya sangat terisolir, dapat berkembang dan bersaing dengan Desa-desa lain di Natuna.

“Selain itu juga, kalau sudah ditetapkan sebagai lokasi wisata hutan mangrove, otomatis warga setempat akan menjaga keberlangsungan hidup tanaman mangrove dihabitatnya. Karena mereka sadar, hutan mangrove nantinya akan membawa berkah dan penghidupan bagi mereka, melalui sektor pariwisata,” harapnya.

Selain dari hutan mangrove, sejatinya Desa yang terkenal dengan nama Sebuton itu, juga memiliki Pulau Semarung, yang layak untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata alam yang menarik. Namun karena keterbatasan anggaran dan sarana, akhirnya Pemerintah Desa setempat memutuskan untuk fokus terlebih dahulu mengembangkan wisata alam hutan mangrove.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top