'

KNPI Tanjungpinang Sebut Budaya Corat-Coret Seragam Kelulusan Tidak Elok

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungpinang, Arie Sunandar.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungpinang, Arie Sunandar.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Belum hilang rasanya euforia kelulusan yang dirasakan seluruh pelajar SMA/SMK setelah dinyatakan lulus sekolah tiga hari lalu atau tepatnya tanggal 3 Mei 2018.

Pada hari itu seluruh pelajar SMA/SMK khususnya di bumi melayu yakni Kota Tanjungpinang, tumpah ruah ke jalan dengan baju yang telah dicorat coret untuk meluapkan kegembiraan setelah mengenyam pendidikan tiga tahun lamanya di bangku sekolah.

Budaya corat-coret baju dikalangan para pelajar tersebut dinilai kurang elok oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungpinang, Arie Sunandar.

“Saya sangat menyangkan budaya corat-coret baju ala anak SMA/SMK sederajat ini masih dilakukan khususnya di Kota Tanjungpinang,” ucapnya, Minggu (6/5).

Arie melihat fenomena corat-coret seragam sekolah ini berbenturan dengan adat istiadat atau kultur budaya melayu yang selalu mengutamakan sopan dan santun.

“Hal ini bisa kita lihat disemua lini masa media sosial. Banyak sekali warganet yang menyesalkan aksi corat-coret seragam dan juga ugal-ugalan yang dilakukan para pelajar,” katanya.

Arie juga menyesalkan aksi para pelajar yang memanjat tugu pemuda.

“Saya heran mengapa tugu itu di panjat-panjat segala, bisa membahayakan diri sendiri. Saya minta pihak terkait kedepannya mengawasi lebih extra agar tidak terulang kembali aksi-aksi seperti ini,” tegasnya.

Arie menilai, budaya corat-coret baju mencerminkan generasi hura-hura. Dia berharap baju-baju seragam sekolah tersebut lebih baik disumbangkan ke orang yang membutuhkan.

“Lbih baik baju itu disumbangkan dari pada dicorat-coret begitu. Kalau disumbangkan kepada orang yang tidak mampu kan ada nilai ibadahnya juga,” katanya.

(M. Danu)

Baca juga :

Top