Ketua RW 01: Warga Minta Kambing, Pemerintah Beri Lembu Berpenyakit

Kolam Resapan Pencegah Banjir di Jalan Perintis, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang.
Kolam Resapan Pencegah Banjir di Jalan Perintis, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Warga Jalan Perintis, RW 01 Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, merasa resah dengan keberadaan kolam resapan untuk mencegah banjir didaerah tersebut.

Kolam tersebut, merupakan proyek Pemerintah Kota Tanjungpinang, melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Selain tidak dipagar, kolam tersebut terlihat kumuh dan banyak tumpukan sampah dipinggirnya.

Menurut Sukiran Kuncung selaku Ketua Rw setempat, Kolam yang katanya untuk resapan air, mencegah kebanjiran, terkesan sia-sia. Buktinya, selain tidak berpotensi untuk mencegah banjir, juga kondisi kolam yang lebih rendah dari drainase, sehingga kalau kolam resapan penuh, air dalam kolam tidak bisa mengalir, sehingga tempat nyamuk berkembang biak.

“Kolam Resapan air yang dibangun pemerintah untuk mencegah banjir diwalayah ini kurang bermanfaat, karena selain banyak tumpukan sampah juga, akan menimbulkan sarang nyamuk,” katanya, Rabu (07/10).

Tadinya warga meminta kepada pemerintah untuk melakukan renovasi drainase (Parit) ternyata, dibuatkan, kolam resapan air yang katanya untuk mencegah banjir, “Ini namanya ibarat pepatah, kita minta Kambing diberi lembu, tapi lembu yang diberikan berpenyakit, tidak layak untuk di qurbankan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Sukiran, pengerjaan kolam resapan air baru berjalan 20 hari di atas lahan milik seorang warga sekitar, bukan lahan milik Pemko Tanjungpinang, “Katanya lahan ini dipinjamkan kepada pemerintah kota selama 30 tahun. Kurang persis juga saya bagaimana hitung-hitungnya dengan pemilik lahan,” terangnya.

Untuk sementara waktu pengerjaannya terhenti. Sehingga warga sekitar harus ekstra hati-hati mengamankan anak-anak agar tidak bermain di seputaran kolam resapan. “Takutnya anak-anak masuk ke dalam kolam itu. Karena kolam resapan air belum dipagar dengan kedalaman airnya sekitar 2,5 meter,” imbuhnya.

Kini, tiap hari warga dan dirinya selalu memantau agar anak-anak tidak sampai bermain di areal kolam resapan tersebut, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Mengenai hal diatas, media ini belum berhasil mengkonfirmasi dengan pihak terkait, (Aliasar)