'

Ketua Bawaslu Tanjungpinang ‘Bungkam’ Ditanyai Apakah Kasus MA OTT

Kantor Bawaslu Tanjungpinang.

Kantor Bawaslu Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang Zaini, tak dapat menjawab apakah kasus dugaan money politic (politik uang) yang menimpa Tim dari Caleg Gerindra Dapil Tanjungpinang Timur MA termasuk operasi tangkap tangan (OTT) ketika ditanya LintasKepri.com, Selasa (23/4).

Sebelumnya Tim MA dikabarkan diduga melakukan money politic terhadap warga Perumahan Bukit Raya di masa tenang pemilu beberapa waktu lalu.

Zaini tidak menjawab iya atau pun tidak saat ditanyai LintasKepri.com apakah kasus itu merupakan dugaan OTT yang dituduhkan kepada Tim dan Caleg MA. Ia seakan-akan ‘bungkam’ dan banyak ‘tertutup’ ketika dicerca beberapa pertanyaan oleh awak media ini.

Zaini hanya mengatakan yang jelas saat ini pihak Sentra Gakkumdu sudah masuk tahap penyelidikan terkait dugaan money politic kepada tiga caleg termasuk MA.

Saat ditanyai kasus dugaan OTT atau money politic ini apakah laporan atau temuan, Zaini menuturkan kasus itu adalah temuan yang dilakukan oleh Sentra Gakkumdu.

“Kasus ini temuan pihak Sentra Gakkumdu,” tegasnya.

Zaini menjelaskan, substansi mengenai pelanggaran Pemilu adalah bagaimana memproses penegakan hukumnya.

“Dalam penanganan proses pelanggaran Pemilu ada bersumber dari laporan dan temuan,” ucapnya lagi.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Muhamad Zaini.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Muhamad Zaini.

Ketika ditanya kembali apakah kasus yang menimpa MA adalah temuan Bawaslu, Zaini hanya menjawab Sentra Gakkumdu adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan dimana didalamnya ada Bawaslu, kepolisian dan kejaksaan.

“Maka ini adalah temuan dari Sentra Gakkumdu,” tuturnya.

Ditanya mengapa para pelaku yang diduga melakukan money politic atau yang sering disebut “Serangan Fajar” tidak ditahan, Zaini berdalih penanganannya berbeda.

“Ini pelanggaran Pemilu, berbeda dengan pidana lainnya,” ungkapnya.

Zaini juga tidak dapat menjelaskan temuan Gakkumdu terkait money politic ini seperti apa. Dia hanya menyebut memberikan kesempatan kepada Sentra Gakkumdu untuk bekerja.

“Bagaimana hasilnya nanti kita kabarkan, karena saat ini kita lagi tahapan penyelidikan selama 14 hari kedepan,” kata dia.

Zaini membeberkan bahwa sudah mengantongi barang bukti dan saksi terkait kasus dugaan money politic ini. Sayangnya Zaini lagi-lagi tidak menjabarkan apa saja barang bukti itu.

(Cho)

Baca juga :

Top