'

Kesempatan Perempuan Ada di Semua Lini

Wakil Gubernur H. Isdianto bersama ketua LAM Kepri H. Abdul Razak dan anggota DPRD Kepri Dewi Kumala Sari menjadi narasumber dalam dialog interaktif yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Pengendalian Anak, Perlindungan Penduduk dan Keluarga Kerencana Provinsi Kepri  di Hotel CK Tanjungpinang, Kamis (19/7).

Kegiatan dengan tema Pembangunan Dalam Perspektif Gender ini nantinya akan disiarkan disalah satu stasion televisi swasta lokal yakni Ficom TV dalam program ‘titik temu’.

“Kesempatan bagi perempuan Kepri ada di semua lini saat ini. Yang terpenting bangun integritas diri, bekali diri dengan berbagai kemampuan dan kreativitas. Kemudian  mari kita sama-sama membangun Kepri dalam kesetaraan,” ujar Isdianto.

Menurut Isdianto peran perempuan dalam pembangunan sudah cukup baik dewasa ini. Jika saat ini ada yang bertanya mengapa kepesertaan perempuan di legislatif belum mencapai 30 persen sebagaimana yang diharapkan, Isdianto mengisyaratkan agar hal ini menjadi instropeksi kaum perempuan itu sendiri.

“Sekarang sudah baik. Ada yang jadi wakil bupati, wakilwalikota, di DPRD, DPD dan seterusnya. Pemerintah merespon positif atas semakin meningkatnya kepesertaan wanita dalam mewujudkan pembanguman. Sehingga keberadaan perempuan kedepannya bisa lebih diperhitungkan,” kata Isdianto.

Adapun  masalah KDRT yang masih saja terjadi sampai saat ini, menurut Isdianto dari dulu KDRT sudah ada.

“Kita sangat konsen dengan masalah ini. Kita mau tidak ada lagi kekerasan terhadap anak, perempuan dan sebagainya di Kepri. Ini adalah permasalan lama. Untuk sekarang, jika dibanding dulu, saat ini sudah jauh berkurang kasus KDRT,” katanya.

Untuk menggesa kesetaraan gender di Kepri sendiri Isdianto memiliki strategi khusus-. Diantaranya dengan melibatkan semua komponen terutama OPD utk mendukung penganggaran yang responsif, kemudian  meningkatan ketrampilan perempuan, pelatihan politik, pelatihan kewirausahaan serta melalui berbagai kegiatan workshop.

“Selain itu, perempuan juga perlu perlindungan. Untuk itu perlu dilakukan kampanye berasama, penguatan kelembagaan dan pelayanan korban serta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat tentunya,” tegas Isdianto lagi.

Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh ketua LAM Kepri H. Abdul Razak dan anggota DPRD Kepri Hj. Dewi Kumala Sari. Hanya saja pola pembahasannya ditinjau dan diawali dari latar belakang profeasinya masing-masing.

Sumber: Humas Kepri

Baca juga :

Top