Pemko Tpi

Kerugian Belum Dibayar, Korban Pembakaran Keramba Minta Pelaku Diproses Hukum

Korban pembakaran keramba Tanjung Sengkuang, Desa Air Glubi, Bintan Pesisir, Aan bersama istrinya, Susan saat memberikan keterangan pers di salah satu kedai kopi di Tanjunggpinang, Kamis (17/9).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Korban pembakaran keramba Tanjung Sengkuang, Desa Air Glubi, Bintan Pesisir, Aan, meminta proses hukum terhadap pelaku dilanjuti. Karena, akibat peristiwa itu, korban mengalami kerugian dan sampai saat ini belum dibayar oleh pelaku.

“Kita minta proses hukum dilanjuti oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bintan Timur. Karena, berdasarkan kesepakatan antara pelaku dengan kita, akan mengganti kerugian atas tindakannya yang membakar keramba,” ucap pemilik keramba, Aan, kepada sejumlah awak media di Tanjungpinang, Kamis (17/9).

Aan menceritakan, pembakaran keramba terjadi pada 31 Juli 2020 lalu. Pelakunya, kata dia sudah diketahui. Pelaku dan keluarganya juga sudah membuat kesepakatan bahwa akan bertanggung jawab dengan mengganti seluruh kerugian yang dialami korban.

“Sebagai bukti kesepakatan, surat pernyataan telah dibuat dan ditandatangani dengan materai Rp6000, diketahui oleh Bhabinkamtibmas Air Glubi, Briptu Hery Safrizal, dengan saksi Kades Air Glubi, Adi Surianto, RT 03 Air Glubi, Hendry, orang tua pelaku, Saliman, dan istri korban (pemilik keramba), Susan pada 2 Agustus 2020 lalu,” paparnya.

Kerugian yang harus diganti oleh pelaku sesuai kesepakatan, sambung Aan, senilai Rp158.800.000.

“Hingga jatuh tempo batas waktu untuk pembayaran ganti rugi, keluarga pelaku tidak mau membayar. Akhirnya pada Selasa (15/9) lalu dilakukan pertemuan dan mediasi antara keluarga pelaku dengan pemilik keramba oleh Bhabinkamtibmas setempat di Kantor Desa Air Glubi,” katanya.

Keramba milik korban (Aan) di Tanjung Sengkuang, Desa Air Glubi, Bintan Pesisir, saat terbakar pada 31 Juli 2020. Foto: Istimewa.

Dalam pertemuan itu pihak pelaku tidak mau mengganti rugi dan berdalih pelaku pembakaran keramba itu bukan keluarganya.

“Karena, menurut mereka tidak ada bukti yang menyatakan bahwa keluarga mereka pelakunya,” terang Aan menirukan perkataan Bhabinkamtibmas Desa Air Glubi.

Aan pun merasa heran karena sebelumnya keluarga pelaku berjanji akan mengganti rugi dan telah disepakati dalam surat perjanjian diatas materai.

Dia meminta kepada pihak kepolisian setempat untuk memproses kasus ini dan segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kapolsek Bintan Timur, AKP Ulil Rahim, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa adanya kebakaran keramba.

“Ya benar, kita sudah menerima laporan itu dan sudah ditindaklanjuti oleh Bhabinkamtibmas Air Glubi,” ucapnya.

Ulil menegaskan, saat ini pihaknya sudah menindaklanjuti kembali atas laporan tersebut.

(cho)