'

Kepri Serius Wujudkan Ekonomi Kreatif dan Wisata Khusus

Wakil Gubernur H Isdianto menegaskam Pemprov Kepri sangat serius mengembangkan  ekonomi kreatif dan juga kawasan wisata khusus. Dua sektor inilah yang terus didorong untuk bisa secepatnya terealisasi.

“Di Batam banyak pelaku ekonomi kreatif, khusus untuk kawasan wisata hampir merata disemua kabupaten/kota. Bahkan untuk Anambas kita punya Pulau Bawah yang pesona alamnya sangat luar biasa,” kata Isdianto saat menerima Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI ke Kepulauan Riau bertempat di Graha Kepri Batam, Kamis (4/10).

Karenanya, kata Isdianto, Kepri sangat optimis, dua sektor ini akan menjadi penopang utama pendapatan asli daerah di Provinsi Kepri. Kepri dengan anugerah wilayahnya, sangat mendukung berkembangnya dua sektor tersebut.

Dari 16 bidang usaha yang masuk dalam jenis ekonomi  kreatif, hampir semua jenis tersebut telah berjalan di Kepri. Meski begitu mereka lebih berjalan dengan kreatifitas sendiri. Karenanya, kata Isdianto, peran pemerintah akan lebih difokuskan ke depannya.

“Ini yang akan kita prioritaskan agar Kepri dapat segera mewujudkan ekonomi kreatif dan wisata khusus,” jelas Isdianto.

Dikatakan H Isdianto, di era moderen ini  ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang sangat urgent dalam menggerakan aktifitas ekonomi. Karena hanya dengan ilmu pengetahuan dengan cepat menguasai berbagai aspek penting.

Menurut Isdianto, sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting untuk pengembangan produk. Selain itu,  kreatifitas juga  menjadi penentu utama satu produk untuk makin berkembang. Karena dengan adanya sentuhan kreatifitas menjadikan produk yang kita geluti terus terinovasi menuju kesempurnaan.

“Itu semua harus didukung dengan peran penting dari sumber daya manusia (SDM). Karena majunya ekraf juga sangat dipengaruhi dari kreatifitas itu sendiri. Karenanya kami juga sangat konsen mengembangkan kemampuan SDM di Kepri,” jelas Isdianto.

Ketua Rombongan yang juga Wakil Ketua Komisi X DRP RI Reni Marlinawati menjelaskan kalau RUU Ekraf memang ditarget bisa selesai pada 2019 nanti. Bersamaan dengan akhir masa tugas keanggotaan mereka di dewan.

Jika nanti tiga tahun sejak Ekraf diundangakan, maka keharusan bagi pemerintah untuk menjalankan amanat UU tersebut. Pemerintah nantinya harus membuat Kementrian Ekonomi Kreatif.

Reni menjelaskan, kalau semangat melakukan kunker ke Batam disamping Bali dan Yogyakarta,  karena DPR RI yakin Batam Kepri menjadi salah satu daerah yang begitu potensi terkait berkembangnya Ekraf.

Reni mencontohkan bagaimana Korea Selatan menjadi negara yang paling sukses mengembangkan Ekraf. Kesuksesan Korea Selatan berimbas pada sangat majunya berbagai lini dan sektor. Dari mulai seni, kebudayaan hingga berbagai bidang ekonomi.

Untuk Indonesia sendiri, meski payung hukum melalui UU masih dalam proses pembahasan, tapi sejauh ini dalam pelaksanannya telah menyumbang  sebanyak Rp 10 triliun atau 7 persen dari aktifitas ekonomi dalam APBN.

Sumber: Humas Kepri

Baca juga :

Top