Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan delapan program prioritas untuk tahun 2025.
Program ini mencakup 18 kegiatan utama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak di wilayah Kepri.
Plt. Sekretaris DP3AP2KB, Fifiyanti, menyatakan bahwa program-program tersebut dirancang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi OPD yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Program ini bertujuan menciptakan kemandirian, kreativitas, dan inovasi di berbagai sektor, khususnya ekonomi dan UMKM,” ujar Fifiyanti.
Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi pelatihan keterampilan seperti tata boga dan menjahit di Kota Batam, sosialisasi perempuan dalam politik, serta kerja sama dengan organisasi perempuan di Kepri.
Selain itu, DP3AP2KB juga terus menjalankan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kampanye anti-KDRT dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Kegiatan rutin seperti workshop, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), dan layanan UPTD terus kami adakan setiap bulan sebagai bentuk edukasi dan pencegahan,” jelasnya.
Fifiyanti berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kepri, khususnya perempuan dan anak, serta menekan angka kekerasan di wilayah tersebut.
“Kami berharap tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepri. Semoga program ini benar-benar bermanfaat bagi mereka,” tutupnya.(Mfz)