'

Kepri Perlu Banyak Pendakwah

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengungkapkan harapannya agar Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah & Komunikasi Islam (STIDKI) Al-Aziz Batam bisa semakin berkembang dan maju pesat. Sehingga kebutuhan para ahli dakwah yang menguasai komunikasi Islam bisa tercukupi di Kepri.

Hal itu disampaikan Nurdin di hadapan 28 wisudawan dan wisudawati STIDKI Al-Aziz, pada Sidang Senat Terbuka ke-2, Sabtu ( 25/8) di Hotel Golden View Batam.

“Kepri sangat membutuhkan banyak ahli dakwah dengan pendidikan yang sesuai dengan kegiatannya nanti. Pendidikan sangat mutlak untuk para ahli dakwah ini,” ujar Nurdin.

Nurdin mengatakan, dirinya sangat peduli sekali dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan. Begitu juga dengan kegiatan pendidikan di bidang Keislaman, seperti kegiatan akademisi wisuda STIDKI Al-Aziz ini.

Hal itu, lanjut Nurdin, karena dia memahami benar, bahwa yang akan membuat Kepri maju itu adalah Pendidikan.

Mengubah Kepri menjadi maju harus dimulai dari Pendidikan, tegasnya bukan dari Sumber Daya Alam ataupun politik.

“Kelimpahan sumber daya alam tidak akan berarti tanpa pendidikan . SDA akan mudah rusak dan dirusak,” tegas Nurdin.

Terakhir, Nurdin meminta para lulusan STIDKI Al-Aziz bisa langsung turun ke tengah-tengah masyarakat. Menghidupkan Mesjid-Mesjid, dan mengajak masyarakat memakmurkan mesjid.

Kedepan, lanjutnya jangan lagi ada laporan yang menyebutkan sebuah mesjid tak punya imam mesjid, tak punya juru dakwah dan lainnya. Kepri sudah memberikan intensif bagi para imam mesjid. Tinggal Kepri menunggu Imam-imam besar dan ulama-ulama.besar yang lahir dari Kepri.

Ketua STIDKI Al-Azis Batam Abdur Rahman M.Pdi mengatakan STIDKI Al-Aziz merupakan lembaga pendidikan milik masyarakat Kepri. Maka itu pradi (program studi) yang dibuat adalah program yang bisa membantu pembangunan di Kepri.

“Prodi yang sangat sesuai dengan kondisi dunia dan masyarakat Kepri,”ujarnya.

Sementara itu Kopertais Wilayah XII Profil.Dr. Kurniawan Illahi, MA berpesan agar STIDKI Al-Aziz terus melakukan pembenahan di berbagai bidang. Tidak hanya soal bangunan tetapi juga soal kualitas tenaga pendidik. Lulusan yang berkualitas dan handal dihasilkan dari dosen yang juga berkualitas.

“Melakukan peningkatan kualitas dosen itu mutlak. Karena ia nafas dari hasil lulusan nantinya. Dosen berkualitas akan menghasilkan para lulusan yang berkualitas juga,” tegasnya.(uml)

Sumber: Humas Kepri

Baca juga :

Top