Kepri Peduli: Hentikan Penindasan Terhadap Suku Uighur di China

Ormas Kepri Peduli, dalam aksi damai di lapangan Pamedan Ahmad Yani Kota Tanjungpinang,  Kepulauan Riau, meminta pemerintah Indonesia melalui hubungan diplomatik menghentikan penindasan terhadap suku Uighur yang terjadi di Xinjiang bagian barat China.

Ormas Kepri Peduli, dalam aksi damai di lapangan Pamedan Ahmad Yani Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meminta pemerintah Indonesia melalui hubungan diplomatik menghentikan penindasan terhadap suku Uighur yang terjadi di Xinjiang bagian barat China.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Ormas Kepri Peduli, dalam aksi damai di lapangan Pamedan Ahmad Yani Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meminta pemerintah Indonesia melalui hubungan diplomatik menghentikan penindasan terhadap suku Uighur yang terjadi di Xinjiang bagian barat China.

“Kita meminta dan menyuarakan bagaimana supaya pemerintah Indonesia menjalin komunikasi diplomatik yang baik dengan China agar kekerasan tersebut dihentikan,” kata Ketua Kepri Peduli, Mahyudin Nadeak, Jumat (28/12).

Aksi damai tersebut diawali adanya pemberitaan mengenai penindasan terhadap muslim suku Uighur di Xinjiang, China. Semua ormas Islam, kata Mahyudin, mengikuti kegiatan ini tanpa menggunakan atribut di promotori oleh Kepri Peduli.

Selain itu, Kepri Peduli juga menggalang dana untuk korban bencana tsunami Selat Sunda di wilayah Lampung dan Banten.

“Diwaktu yang sama kita juga prihatin terhadap bencana tsunami di Lampung, Selat Sunda, Pandeglang Banten dengan cara menggalang dana. Kepri Peduli selama ini bergerak membantu korban musibah yang terjadi di nusantara ini. Dulu kita pernah bantu daerah Palu, Sigi, Donggala dan Sumatra Barat,” paparnya.

Mahyudin menjelaskan setelah bantuan terkumpul, nantinya langsung dikirim ke lokasi yang terkena dampak bencana. Kata dia sekitar 2000 pengungsi berada di Lampung.

“Kita sudah menyurati Dinas Sosial Provinsi Kepri meminta waktu untuk menggalang dana selama satu bulan dari 25 Desember 2018 sampai 25 Januari 2019,” ungkapnya.

(Iskandar)

Baca juga :

Top