Kemenpar Tegaskan Tanjungpinang Segera Siapkan RTRW Pulau Penyengat

Tim Kemenpar foto bersama Wako Tanjungpinang

Tim Kemenpar foto bersama Wako Tanjungpinang

LintasKepri.com, Jakarta  – Kemenpar RI menegaskan, Pemko Tanjungpinang segera menyiapkan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pulau Penyengat Kepulauan Riau.

Kemenpar khawatir kedepan pembangunan di pulau ini tidak akan terarah.

Pemintaan tersebut disampaikan Asdep Pengembangan Destinasi Kemenpar RI Lokot Enda Ahmad, ketika melakukan dialog dengan Walikota Tanjungpinang Syahrul, Jumat kemarin di aula Bappelitbang Tanjungpinang.

Lokot mengungkapkan, perhatian Kemenpar terhadap Pulau Penyengat sangat besar. Hanya saja sejauh ini Penyengat belum punya RTRW.

“Ini yang harus digesa oleh Pemko Tanjungpinang,” tegasnya.

Lokot khawatir pembangunan pulau tempat asal usul Bahasa Indonesia itu kedepan tidak terarah. Dia menyayangkan jika itu sampai terjadi.

Wako Tanjungpinang (tengah) bersama Lokot Ahmad Enda (kanan) dan Tendi Nuralam (kiri)

Wako Tanjungpinang (tengah) bersama Lokot Ahmad Enda (kanan) dan Tendi Nuralam (kiri)

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah Religi Tradisi dan Seni Budaya Kemenpar RI Tendi Nur Alam mengatakan, Pemko juga perlu membangun taman atau hutan di Pulau Penyengat. Gunanya selain menambah destinasi baru juga bisa dijadikan tempat resapan air.

Persoalan air di Pulau Penyengat akan menjadi dilema yang harus dicarikan solusi mulai dari sekarang. Saat musim kemarau, masyarakat disini sudah kesulitan mencari air.

“Ini problem yang harus dicarikan solusinya,” ungkapnya.

Untuk pembangunan hutan kota tersebut, Kemenpar akan mendukung dan memperjuangkan di pusat. “Kita akan sounding dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI,” tutur Tendi.

Suasana pertemuan

Suasana pertemuan

Tendi khawatir seiring dengan pertumbuhan penduduk, persoalan air akan menjadi problem khusus yang perlu dicarikan solusinya.

“Saat ini saja jika musim kemarau panjang sebagian orang Penyengat sudah pada beli air, baik itu untuk menyuci maupun mandi. Ini kenyataan lho,” kata Tendi prihatin.

Menanggapi hal itu, Walikota Tanjungpinang Syahrul, meminta PUPR dan Bappelitbang untuk menyusun RTRW Pulau Penyengat.

“Mohon segera disiapkan. Jangan tunggu lagi,” tutur Syahrul.

Ia tak ingin pembangunan di pulau bersejarah ini kedepannya salah arah.

“Untuk itu RTRW yang diminta Kemenpar RI ini bukan kacang kacang, ini serius dan perlu ditindaklanjuti,” tegas Syahrul.

(***)

Baca juga :

    Top