Pemko Tpi

Keluarga Balita Penderita Tumor Tagih Janji Wali Kota Tanjungpinang

– Belum Mendapatkan Penanganan Medis di Jakarta

Putri Aisyah (3) saat dipangkuan sang ayah, Sukateman. Foto: Ist.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Penderita tumor ganas di mata sebelah kiri, Putri Aisyah (3) yang dirujuk ke RSCM Kirana, Jakarta, saat ini belum mendapatkan penanganan medis.

Ayah Putri Aisyah, Sukateman, menagih janji Wali Kota Tanjungpinang Rahma soal biaya pengobatan. Sementara penanganan medis baru bisa dilakukan di bulan Juni melalui jalur BPJS Kesehatan.

“Dapat jadwal pemeriksaan kesehatan Putri Aisyah pada bulan Juni melalui jalur BPJS. Alasannya ramai (seluruh Indonesia),” kata keluarga pasien melalui kerabat dekat, Moel Akhyar, Senin (5/4).

Balita malang itu sampai di Jakarta bersama kedua orang tuanya pada Senin (29/3) lalu. Mereka didampingi seorang pendamping yang ditunjuk kerabat dekat.

Putri Aisyah sempat disuruh rawat jalan oleh pihak RSUD Tanjungpinang dengan alasan masih dinilai sehat sebelum dirujuk.

“Waktu pertama kali ke RSUD Tanjungpinang disuruh pulang, rawat jalan. Terus saya minta pihak rumah sakit dirawat berdasarkan ucapan wali kota di media,” ungkap Moel.

Ia menjelaskan, Wali Kota Tanjungpinang Rahma saat mengunjungi Putri Aisyah di kediaman Perumahan Bumi Air Raja Blok G nomor 253, Jumat (11/3) lalu, menuturkan membantu pengobatan sampai tuntas hingga sembuh.

“Faktanya hanya diantar ke Jakarta tanpa pendamping dari Dinas Kesehatan yang dijanjikan oleh wali kota,” tegas Moel.

Pemkot Tanjungpinang hanya menugaskan Kepala IGD RSUD Tanjungpinang, Bakri, mengantar Putri Aisyah sampai ke Jakarta. Setelah itu Bakri pulang meninggalkan keluarga dan pasien tanpa pendamping dari Pemkot Tanjungpinang.

Putri Aisyah saat ini hanya diurus oleh orang tuanya, Sukateman-Andreani di rumah sewa Kelurahan Rampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Nomor 66, Jakarta Pusat.

“Wali kota jangan hanya pencitraan. Kalau mau bantu, bantulah dengan serius,” tegas Moel.

Dia mengungkapkan, wali kota menyuruh agar berkoordinasi dengan Bakri. Sementara, Bakri yang merupakan Kepala IGD di RSUD Tanjungpinang menyebut kepada Moel hanya bertugas mengantar pasien. Selanjutnya Moel diminta kembali berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

Keluarga pasien, sambung Moel, meminta agar wali kota menggunakan kuasa untuk segera mendapatkan perawatan medis.

“Kalau hanya sekadar mengantar, kami juga bisa,” tutur dia.

Sebelum keluarga pasien berangkat ke Jakarta, sambung Moel, Pemkot Tanjungpinang ada memberikan bantuan. Itu pun melalui Baznas.

“Sudah menyerahkan bantuan sebesar Rp7.800.000,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Moel, Dinas Kesehatan juga memberikan dua tiket keberangkatan dan uang makan Rp300 ribu untuk beberapa hari.

Sementara, Pemkot Tanjungpinang sebelumnya menjanjikan uang makan Rp1.500.000 per bulan dan akan diberikan terus selagi pasien masih berada di Jakarta.

“Keluarga pasien baru terima uang makan Rp300 ribu untuk 6 hari,” kata Moel menirukan ucapan orang tua pasien.

Kondisi terbaru, orang tua dan Putri Aisyah serta satu orang kerabat saat ini menyewa tempat bermukim dengan biaya Rp1,4 juta per bulan karena kamar di Rumah Singgah Pemkot Tanjungpinang di Jakarta tidak muat untuk keluarga pasien.

“Dan mengenai tempat tinggal, mohonlah sekiranya wali kota bisa membantu. Saat ini kami beserta keluarga menyewa kamar satu bulan Rp1,4 juta dikarenakan rumah singgah tidak muat buat kami,” tambah Epet, pendamping keluarga pasien di Jakarta.

Epet yang juga kerabat dekat keluarga pasien yang mendampingi di Jakarta berharap kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang bisa mempercepat jalannya operasi pada mata sebelah kiri Putri Aisyah.

“Keluarga berharap Putri Aisyah bisa cepat operasi untuk mengangkat tumor pada mata sebelah kiri,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Rahma mendapat laporan ada warganya itu mengidap tumor mata.

Ia bersama Plt Kadinkes Tanjungpinang, dr Nugraheni, Lurah Pinang Kencana, M Septian, mengunjungi kediaman Putri Aisyah di Perumahan Bumi Air Raja Blok G nomor 253, Jumat (11/3).

Saat itu juga, Rahma langsung meminta dinas tekait untuk langsung membawa Putri Aisyah ke klinik mata Smaco untuk diperiksa penyakitnya. Selain itu juga untuk mengetahui tindakan apa yang dapat segera dilakukan untuk kesembuhan Putri Aisyah.

Mengetahui Putri Aisyah belum memiliki BPJS, Rahma saat itu langsung mengakomodir dengan dinas terkait untuk memproses pembuatan kartu BPJS.

“Walaupun BPJS baru akan di proses, tetapi pengobatan mata harus segera dilakukan. Pemerintah akan membantu sampai adik Putri sembuh dari penyakitnya,” ujar Rahma saat itu dilansir dari website resmi Pemkot Tanjungpinang (tanjungpinangkota.go.id).

BPJS orang tua balita malang yang menunggak, Rahma juga bantu melunasinya.

“BPJS perlu untuk jaminan kesehatan masyarakat. Untuk itu kami mencoba mengakomodir tunggakan BPJS yang sebelumnya agar bila sewaktu-waktu sakit, dapat dipergunakan,” jelasnya.

(dar)