'

Ke Desa Berakit, Gubernur Ajak Orang Tua Jaga Masa Depan Anak

Gubernur H Nurdin Basirun meminta kepada orang tua agar dapat membimbing anak-anak mereka menjadi pribadi yang baik. Apalagi dengan berlandaskan keislaman yang kuat serta berpegang teguh pada pedoman hidup yakni Alquran agar mendapat masa depan terbaik untuk pribadi, agama, bangsa dan negara.
“Kami titip anak-anak kami, beri laluan, antar mereka ke gerbang keberhasilan itu,” pesan Nurdin dalam acara peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H di Masjid Baiturrahim, Desa Berakit, Kabupaten Bintan, Rabu (12/9) malam.
Memperingati tahun baru islam sendiri menurut Nurdin merupakan waktu yang tepat bagi umat untuk menegaskan, bahwa inilah waktu yang tepat untuk dirayakan, bukan malah latah memeriahkan hari lain yang malah tidak memiliki manfaat yang tidak berarti.
“Karna Inilah pakaian kita, tahun baru kita yang harus dirayakan dengan senantiasa intropeksi menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tegas Nurdin.
Untuk itu Nurdin menambahkan bahwa pada perayaan tahun baru islam inilah dijadikan ajang untuk mengintropeksi diri tentang apa-apa saja yang telah dilakukan selama hidup.
“Yang baik kita tingkatkan yang buruk kita tinggalkan,” tutup Nurdin.
Sementara itu, Kepala Desa Berakit Adnan merasa senang sekaligus terkejut ketika mendengar bahwa Gubernur bersedia hadir dalam acara peringatan tahun baru islam di Berakit.
“Alhamdulillah ditengah kesibukan bapak bisa berkenan hadir bersama kami masyarakat Desa Berakit,” ujar Adnan.
Adnan melanjutkan bahwa dalam menyambut tahun baru islam, Desa Berakit tidak hanya memperingati nya dalam satu malam saja.
“Kita akan merayakan beberapa hari dari masjid ke masjid,” lanjut Adnan.
Dikesempatan ini Kades juga berkeluh kesah, salah satunya tentang kondisi jalan Desa menuju menara lampu Suar. Dimana menara tersebut menandakan semenanjung berakit tanda nya alur lintas pelayaran internasional dan perbatasan dengan East Out Port Limit (East OPL).
“Karna Pak Gubernur sudah datang, Boleh lah kami meminta kepada Bapak untuk buatkan jalan aspal internasional ini,” pinta Adnan.
Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Raja Sofyan yang bercerita tentang intisari dari tahun baru.
Yang mana dalam tausiyahnya beliau mengatakan bahwa perbedaan terletak pada pergantian tahun masehi yang selalu meriah dan antusias bertumpah ruah untuk merasakannya. Padahal yang harus umat islam meriahkan adalah pergantian tahun 1 muharram dengan mengisi berzikir, sholawat dan mengaji berjemaah.
“Hai nak jangan main di pantai, jangan berlari-lari di luar, ini kan 1 muharram, jangan yang salah itu menjadi kebiasaan,” ujar Ust Sofyan.
Ustadz Sofyan melanjutkan, bahwa dalam menjalankan kehidupan selalu lah ingat akan akhirat, jadikan kesempurnaan hidup dengan bekal akhirat sebanyak-banyak nya.
“Umat islam bila lelah, terluka ataupun sakit selalu lah menyebut Alhamdulillah. InshaAllah kita akan dijauhkan dari api neraka,” tambah Ustadz lagi.
Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana, Pj Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Staf Ahli Gubernur Syamsuardi, Kepala Dinas Kelautan Eddy Sofyan, Kepala Biro Humprohub Nilwan, Tokoh Masyarakat Endi Maulidi beserta masyarakat Desa Berakit.

Sumber: Humas Kepri

Baca juga :

Top