Kasda Natuna “Lesu”, Hingga Pertengahan Tahun Padat Karya Belum Berjalan

Pj. Sekda Natuna, Hendra Kusuma, saat ditemui awak media di ruang kerjanya.

Natuna, LintasKepri.com – Ketidak stabilan Kas Daerah (Kasda) Pemerintah Kabupaten Natuna, membuat sejumlah kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tahun anggaran 2021 ini, belum bisa di jalankan, meski sudah memasuki pertengahan tahun. Salah satunya adalah kegiatan padat karya, yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

 

Memang tidak bisa di pungkiri, bahwa sebagian masyarakat di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), banyak yang menggantungkan hidup dari adanya kegiatan proyek milik Pemerintah, baik Pemerintah Daerah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat. Sebab, dari kegiatan fisik ini lah tenaga kerja tempatan dapat terserap.

 

Selain itu, tentunya setiap kegiatan fisik juga akan membutuhkan material yang di hasilkan dari usaha masyarakat, seperti batu, pasir, tanah, kayu dan lain sebagainya. Belum lagi para pemilik usaha toko material, pastinya juga ikut terbantu dengan adanya kegiatan proyek milik Pemerintah tersebut.

 

Menanggapi hal tersebut di atas, Pj. Sekda Natuna, Hendra Kusuma, menjelaskan, bahwa Pemerintah Daerah sejatinya sangat lah memahami kondisi perekonomian masyarakat saat ini. Namun ketidak stabilan Kasda, menjadi salah satu penyebab Pemerintah Daerah tidak dapat berbuat banyak.

 

“Memang kita akui, kegiatan padat karya sangat membantu masyarakat. Karena kita tahu, kegiatan tersebut menjadi salah satu tumpuan roda perekonomian bagi masyarakat kita. Kita tahu, masyarakat mau kerja susah, mau jual batu juga susah. Namun dengan keadaan anggaran yang seperti ini, ya harus kita maklumi lah,” ucap Hendra Kusuma, saat ditemui awak media ini diruang kerjanya lantai II Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (03/06/2021) siang.

Pj. Sekda Natuna, Hendra Kusuma.

Hendra Kusuma atau yang akrab disapa Yaya itu menjelaskan, bahwa sebenarnya Kasda Natuna tidak kosong. Namun karena kasus Covid-19 di daerah ujung utara NKRI itu masih tinggi, anggaran banyak di fokuskan pada pencegahan dan penanganan Covid-19.

 

Dari hasil laporan Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Natuna yang ia terima, kondisi keuangan daerah belum memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan lain melalui APBD, kecuali yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

 

“Kas kita di bilang kosong itu tidak, kesedian pasti ada. Tapi kita kan tentu masih fokus untuk Covid ini. Kalau untuk kegiatan padat karya ini ya kita sesuaikan lah, kalau Kasda sudah kita anggap layak di lakukan, ya pasti secepatnya akan kita jalankan. Gaji tunjangan pegawai pun kan sempat terkendala juga, dan ini bukan hanya di Natuna, di daerah lain juga sama. Tapi kalau yang dari DAK semuanya sudah jalan,” kata Yaya.

 

Yaya berharap di pertengahan bulan Juni tahun ini, kegiatan padat karya sudah bisa di lelang dan segera di kerjakan. Hal ini sebagai salah satu upaya dari Pemerintah, dalam memulihkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

 

“Karena kalau kita sudah lelang, mereka (pihak ketiga, red) mau minta uang muka, namun ternyata kita tidak bisa penuhi, kan justru timbul masalah baru,” tandas Yaya. (Erwin)