Junaidi Minta Disdikpora Natuna Himbau Sekolah Bagikan Masker untuk Siswanya

Junaidi, Anggota DPRD Natuna periode 2019-2024.

Junaidi, Anggota DPRD Natuna periode 2019-2024.

Natuna, LintasKepri.com – Kabut asap tebal terus menyelimuti sebagian besar wilayah di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sejak beberapa hari terakhir. Asap tersebut disinyalir merupakan dampak dari adanyanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi disebagian wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) hari ini, untuk Kepri dan 7 Kabupaten/Kota disekitarnya, termasuk Kabupaten Natuna, menunjukan kisaran 170-226.

Padahal kualitas udara dikatakan sehat, bila ISPU pada rentang 0-50, kemudian sedang 51-100, tidak sehat 101-199, sangat tidak sehat 200-299 dan berbahaya 300-500.

Menanggapi hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna, Junaidi, mengaku bahwa semestinya harus ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, baik dari lembaga Eksekutif maupun Legislatif, atas terjadinya musibah kabut asap, yang melanda daerah Natuna.

Tampak langit disekitar Kantor Bupati Natuna terselimuti asap tebal.

Tampak langit disekitar Kantor Bupati Natuna terselimuti asap tebal.

Sebab kata dia, kualitas udara disekitar Kabupaten Natuna, berdasarkan alat ukur kualitas udara (AirVisual), telah menunjukkan angka 177 atau sudah masuk dalam kategori tidak sehat.

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Instansi terkait, segera turun tangan. Supaya dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit yang menyerang fungsi pernafasan manusia, atau yang biasa dikenal dengan Ispa (Infeksi Saluran Pernafasan).

“Serta harus ada peran serta dari masyarakat, untuk mengurangi segala aktifitas diluar rumah atau ruangan,” ujar Junaidi, saat dihubungi media ini. Jum’at (20/09/2019) pagi.

Jikapun tidak bisa dihindari untuk melakukan aktifitas diluar rumah, Junaidi menyarankan agar masyarakat menggunakan masker, terutama bagi anak-anak. Sebab wakil rakyat dari Partai Hanura itu, tidak ingin masyarakat Natuna ada yang jatuh korban lantaran terkena penyakit Ispa, yang disebabkan oleh kabut asap.

“Ini demi kebaikan kita bersama, harus ada upaya pencegahan sedari dini. Jangan sampai nanti masyarakat kita ada yang terserang penyakit Ispa,” ungkap Junaidi.

Junaidi bersama keluarga tercinta.

Junaidi bersama keluarga tercinta.

Mantan Kepala Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur itu menyebutkan, bahwa pihak DPRD Natuna melalui pimpinan sementara, telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Natuna, agar segera menindaklanjuti surat edaran dari Plt. Gubernur Kepri, Isdianto, yang meminta agar seluruh sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA sederajat, agar meliburkan kegiatan belajar mengajar disekolah, apabila kondisi kabut asap telah menunjukkan indikator tidak sehat atau berbahaya.

“Disdikpora harus segera mengambil sikap atas adanya surat edaran dari Plt. Gubernur Kepri. Karena kondisi kabut asap diwilayah kita sudah cukup tebal dan membahayakan,” katanya.

Selain itu, Junaidi juga berencana akan menyampaikan kepada para pimpinan DPRD Natuna, agar pihak legislatif memanggil pihak Disdikpora Natuna. Tujuannya, agar Disdikpora Natuna dapat memberikan himbauan kepada setiap sekolah di Natuna, agar memberikan masker secara gratis kepada seluruh anak didiknya.

“Karena masih banyak anak-anak kita yang tidak menggunakan masker saat pergi ke sekolah. Hanya ada sebagian kecil saja. Mungkin masih ada sebagian orangtua yang tidak menyadari akan bahayanya kabut asap ini. Untuk itu seharusnya pihak sekolah lah yang memiliki inisiatif membagikan masker kepada muridnya. Makanya Disdikpora harus segera memberikan himbauan kepada setiap sekolah,” jelas lelaki yang gemar lagu rock tersebut.

Selain itu, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Natuna I tersebut, juga berharap agar kita semua memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa, supaya segera turun hujan. Agar kabut asap yang menyelimuti langit Natuna, bisa tersapu dan udara kembali bersih dan sehat.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top