Jemput Bola, Cara Jitu Disdukcapil Natuna Sukseskan GISA

Tim dari Disdukcapil Natuna saat melakukan perekaman e-KTP kerumah-rumah warga di Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan.

Tim dari Disdukcapil Natuna saat melakukan perekaman e-KTP kerumah-rumah warga di Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan.

Natuna, LintasKepri.com – Guna untuk memfalidasi pemuktahiran data kependudukan masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Natuna, terus melakukan berbagai terobosan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya dengan melakukan jemput bola (Jebol) langsung ke masyarakat.

Hal ini dilakukan Disdukcapil, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Natuna, akan kepemilikan dokumen administrasi kependudukan. Dari mulai Akta Kelahiran Anak, Akta Kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK) hingga Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Disdukcapil Natuna, Ilham Kauli, bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pelayanan maksimal terhadap masyarakat, agar mereka mendapatkan dokumen resmi kependudukan.

“Beberapa hari lalu tim kami sudah turun ke Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan, untuk melakukan perekaman,” kata Ilham Kauli, saat ditemui lintaskepri.com diruang kerjanya. Jum’at (16/11/2018) kemarin.

img-20181117-wa0013_1

Jempul bola atau Jebol ini, kata Ilham Kauli, sudah dilakukan Disdukcapil di 15 Kecamatan yang ada di Natuna.

Kata dia, meski dengan keterbatasan anggaran yang ada, namun pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dengan cara turun langsung ke lapangan.

“Karena kita paham, mungkin masyarakat ada yang sibuk bekerja, lanjut usia, disabilitas atau bahkan tidak punya biaya untuk transportasi ke Ranai. Makanya kami berinisiatif untuk turun langsung ke lapangan,” terang Mantan Kadistamben Natuna tersebut.

Ditambahkan Ilham Kauli, bahwa system yang digunakan oleh Disdukcapil saat turun langsung ke Kecamatan, dengan membawa seluruh perlengkapan perekaman dan mesin cetak e-KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian dan KIA.

Masih kata Ilham Kauli, bahwa semenjak dilauncing program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) di Natuna sejak akhir 2017 lalu, terdapat peningkatan presentase kepemilikan dokumen administrasi kependudukan yang sangat signifikan. Dari yang semula hanya 87 persen, namun hingga September 2018 lalu, sudah mencapai 92,68 persen.

“92,68 persen itu cakupan kepemilikan akte kelahiran untuk anak usia 0 – 18 tahun, per September 2018. Sedangkan tahun sebelumnya 2017 masih berkisar 87 persen,” katanya.

img-20181117-wa0010_1

Dijelaskan dia lagi, “Sesuai data base Pusat, jumlah penduduk kita pada Juni 2018 mencapai 80.558 orang. Dan yang sudah wajib KTP sebanyak 54 ribu. Sementara yang sudah melakukan perekaman sekitar 53 ribu. Namun daftar pemilih tetap untuk Pemilu 2019 yang dimiliki oleh KPU sebanyak 52 ribu. Namun KPU terus berkoordinasi dengan kita,” terang Ilham Kauli.

Kata Ilham Kauli, program jemput bola ini akan terus dilakukan oleh Disdukcapil Natuna, meski Pemilu Serentak 2019 nanti telah selesai.

“Habis Pemilu pun kita tetap bekerja seperti ini, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan karena mau Pemilu saja kita lakukan ini, namun ini sudah menjadi komitmen kita, memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, sesuai UU nomor 24 tahun 2014, dimana Pemerintah harus selalu aktif memberikan kesadaran kepada masyarakat akan kepemilikan data kependudukan,” jelasnya.

Selain melakukan jemput bola, pihak Disdukcapil juga menyediakan layanan online penerbitan akta kematian.

Nama program penerbitan akte kematian ini sesuai SK Bupati Natuna, yaitu diberi nama “Pak Malaw”, singkatan dari Penerbitan Akte Kematian Melalui WhatsApp. Selanjutnya Akte Online ini akan segera di sosialisasikan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Natuna.

“Jadi pihak keluarga tidak perlu datang ke Kantor Disdukcapil. Cukup mengirim data diri dan persyaratan lengkap melalui WhatsApp (WA), nanti akan kita terbitkan akta kematiannya. Nanti kedepan mungkin akta kelahiran juga kita lakukan secara online, namun untuk sementara akta kematian dulu,” pungkasnya.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top