Banner dprd kota

Jarmin Minta Dinas Terkait Segera Bertindak soal Rusaknya Karet di Pelabuhan Midai

LPP Gurindam web
Wakil Ketua II DPRD Natuna, Jarmin Sidik (kiri), bersama Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda Rahmatullah.

Natuna, LintasKepri.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Natuna, Jarmin Sidik, meminta kepada dinas terkait segera melakukan pengecekan sekaligus memperbaiki marine rubber fender atau karet pelindung kapal di Pelabuhan Midai, yang diketahuinya menjadi salah satu penyebab tidak bersandarnya Kapal RoRo KM Bahtera Nusantara 01 beberapa waktu lalu.

Politisi Partai Gerindra Natuna itu mengatakan, kondisi alat untuk meredam benturan yang terjadi pada kapal, saat akan merapat di dermaga atau pada saat kapal sedang ditambatkan dan tergoyang oleh gelombang maupun arus saat berada di pelabuhan tersebut, sudah dalam kondisi rusak ringan.

“Pelabuhan Midai itu kurang sempurna, jadi RoRo berani masuk kalau cuaca seperti saat saya ada kemarin, tidak terlalu kencang, tetapi tidak masuk. Masalahnya rambu-rambu ada yang patah, karet pengaman di pelabuhan itu sudah banyak rusak. Itu lah penyebab dia (kapal RoRo, red) tidak berani dempet,” kata Jarmin, Rabu (05/10/2021) siang, seperti dilansir dari koran perbatasan.

Ungkapan “tersembunyi” yang keluar dari lisan chief officer terkait salah satu penyebab tidak bersandarnya kapal di Pelabuhan Midai, selain karena musim angin dan gelombang tinggi selama ini, ternyata juga dikarenakan kondisi pelabuhan yang memang sudah tak lagi mendukung itu, dikatahui oleh Jarmin saat dirinya sedang melakukan perjalan menggunakan kapal tersebut.

Jarmin Sidik (kiri), saat berbincang dengan Chief Officer Kapal RoRo KM Bahtera 01.

“Jadi saya tanya, sama chief officer kapal, pak kok ini berlabuh di laut?. Sedangkan cuaca saat kami pulang itu belum ada apa-apa. Cuma karena ini bisa merusak pertama pelabuhan kedua kapalnya. Jadi saya menghimbau kepada dinas perhubungan tolong di cek itu. Jangan sampai rusak kecil dibiarkan menjadi rusak sedang hingga sampai rusak berat. Saat masih rusak kecil ini sudah harus kita selesaikan,” tegas Jarmin.

Menurut Jarmin, pernyataan tersebut ia sampaikan kepada wartawan berangkat dari hasil tanya jawab yang sebelumnya sempat dilakukannya dengan salah satu orang penting di kapal tersebut.

“Jadi ini hasil saya tanya dengan chip itu. Saya berada di kapal itu. Kebetulan saya balik dari Tanjungpinang pakai kapal RoRo. Khusus di Pelabuhan Midai, perhitungan kita dengan gelombang dan angin begitu masih bisa,” terangnya.

Sebagai wakil rakyat, Jarmin mengaku prihatin akan kondisi yang ia saksikan saat itu. Terutama saat berlangsungnya kegiatan turun naik orang dan barang.

“Memang betul-betul kasian, malam-malam jam 10 berlabuh jam 1 baru selesai. Ada yang 4 sampai 5 kali putar, ada yang satu bunyi mau pecah, tidak datang lagi. Hanya satu yang kecil itu lah tukang ngangkut barang dan orang, mungkin yang lain sudah tak berani. Jadi ini saya alami sendiri, saya ikut kapal itu dan hasil diskusi saya begitu,” tutur Jarmin.

Dari pengakuan chief officer kapal tersebut lanjut Jarmin, solusi sementara sebelum dilakukan perbaikan dengan cara memberikan kemudahan jika belum memiliki karet bisa juga menggunakan ban berukuran besar.

“Dia minta dipasangkan ban dulu jadilah. Gantungkan ban besar jarak-jarak 5 meter sudah bisa dia bilang. Tapi selagi kondisi begitu dia tak berani. Karena dia pernah dempat terkena baut-baut yang timbul. Jadi saya minta betul kepada dinas perhubungan cek ini. Kalau bisa diperbaiki, koordinasi dengan pemerintah daerah,” tandas anggota legislatif dari Dapil Natuna I tersebut.