Lingga Kab

Ini Kata Pokja Soal Surat Sanggah ke CV Putra Andalas Bersatu

DPRD Lingga

– Terkait pelaksanaan tender paket pengerjaan bangunan ruang kelas Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 01 Kecamatan Lingga Utara beserta perabotannya senilai Rp286.920.000,00

Surat sanggah dari Pokja yang diterima CV Putra Andalas Bersatu yang tidak memiliki Kop Surat serta identitas Pokja.

Lingga, LintasKepri.com – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pembangunan Ruang Kelas Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 01 Kecamatan Lingga, Desta, mengungkapkan, pihaknya tidak memberikan kop surat pada surat sanggahan kepada CV Putra Andalas Bersatu karena surat tersebut berada didalam aplikasi LPSE.

“Sanggahan kami kan didalam aplikasi LPSE, gak mungkin berkop surat. Dan kami juga tidak ada aturan untuk menjawab dengan menggunakan kop. Dan tidak ada didalam aturan aplikasi itu untuk menjawab dengan memakai kop surat,” ujar Desta belum lama ini kepada LintasKepri.

Terkait pelaksanaan tender paket pengerjaan bangunan ruang kelas Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 01 Kecamatan Lingga Utara beserta perabotannya senilai Rp286.920.000,00, Desta menegaskan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Permen PUPR) Nomor 7 tahun 2019.

“Jadikan disitu jelas. Pengadaan barang konstruksi yang sudah dilaksanakan sampai dengan tahap pelaksanaan dan pemilihan tetap berdasarkan Permen PUPR Nomor 07 tahun 2019 hingga sampai selesainya jasa konstruksi. Sudah jelas itu,” paparnya.

Desta juga mengaku tim Pokja sudah berkoordinasi secara lisan dengan Kementerian PUPR bahwa tahapan tender menggunakan Permen PUPR Nomor 7 tahun 2019.

“Permen PUPR Nomor 14 tahun 2020 diundangkan pada tanggal 18 Mei lalu. Kami mengumumkan paket (tender) ditanggal 18 Mei juga. Kan sudah dalam proses pelaksanaan. Dan kami sudah berkoordinsi secara lisan dengan Kementerian PUPR bahwa tahapan pemilihan itu dimulai dari dinas, sudah mengasihkan berkas ke Pokja pemilihan itu, sudah masuk dalam tahap pemlihan,” tegas dia.

Kemudian, Desta menyayangkan tudingan yang dilayangkan CV Putra Andalas Bersatu yang menuding tim Pokja tidak bekerja secara profesional.

“Tidak profesional? itu tidak benar, karena cara kerja kami sudah sesuai prosedur,” tutupnya.

(san)