Imlek, 3 Destinasi Realigi Ini Bisa Menjadi Pilihan untuk Anda Saat Liburan Imlek Tiba

Vihara Dharma Sasana, Senggarang Tanjungpinang, Kepri. (foto : \fryn Lintaskepri.com)

Kota Tanjungpinang yang memiliki berbagai macam Agama dan kepercayaan juga tak luput dari cara berkehidupan yang selaras dalam menjaga keharmonisan dan saling menjaga kebersamaan, dengan itu Lintaskepri.com merekomendasikan 3 Destinasi Wisata Religi di Kota Tanjungpinang yang harus Visitor rasakan sensasinya disaat Libur Imlek Tiba.

Vihara Dharma Sasana

Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Vihara Dharma Sasana berseberangan dengan kota Tanjung Pinang dan Pulau penyengat, bahkan tempat ini cukup dekat dengan kota tanjung pinang, jika penduduk setempat ingin berpergian ke tanjung pinang mereka selalu menggunakan perahu penyeberangan, perahu penyebrangan selalu tersedia di dermaga senggarang ataupun kota tanjung pinang tepatnya dipelantar dua depan hotel laut jaya, dihalaman vihara ini juga banyak terdapat penjual jajanan kecil seperti air kelapa, dll.

Suasana hijau tampak di kawasan vihara ini. Terdapat banyak patung seperti patung Buddha, patung Dewi Kuan Im, patung naga, patung pendekar sakti Sun Gi Kong dan teman-temannya. Di dalam vihara terdapat kuil yang dibangun pada abad ke-17 dan masih berdiri kokoh sampai saat ini.

Lingkungan Vihara Dharma Sasana Tanjungpinang ini sangat sejuk dan diselimuti pepohonan yang rindang ( foto: Fryn\lintaskepri.com )

Vihara ini dulunya dibangun oleh imigran dari Cina daratan. Kompleks vihara ini memiliki empat bangunan utama, dimana tiga bangunan merupakan kelenteng yang letaknya menghadap ke laut. Kelenteng pertama bernama kelenteng Fu De Zheng Shen, kedua bernama kelenteng Tian Hou Sheng Mu, ketiga bernama kelenteng Yuan Tien Shang, sedangkan yang keempat adalah Vihara Dharma Sasana yang dibangun pada tahun 1988, vihara ini tidak jauh dari vihara akar pohon atau disebut juga banyan tree temple, dan juga merupakan vihara tertua di kota tanjung pinang

Keunikan Vihara
Keunikan vihara ini adalah banyak sekali terdapat patung-patung dewa dan dewi. Kebanyakan pengunjung yang datang ke tempat ini adalah berasal dari Singapura dan Malaysia, tujuannya adalah bersembayang.


Klenteng Tua yang dikenal dengan akar pohon ini terletak di Senggarang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. ( foto: Fryn\lintaskepri.com )

Klenteng Akar

Banyak hal yang menjadi alasan wisatawan mengunjungi suatu obyek wisata. Salah satunya karena keunikan tempat tersebut Banyan Tree Temple atau disebut juga klenteng akar pohon yang terletak di Senggarang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Klenteng akar pohon yang berumur ratusan tahun ini dililiti oleh akar berjuntai menghiasi dinding kelenteng. Akar itu semua berasal dari pohon beringin besar yang tumbuh di sekitar klenteng. Hal unik itulah yang menarik minat wisatawan untuk datang dan melihat langsung kejadian yang tak biasa tersebut.

Berdasarkan cerita yang terpampang di plang, klenteng akar pohon ini sudah ada sejak 1811. Dulunya, yang merupakan kediaman Kapitan China, Chiao Ch’en. Setelah tempat tersebut ditinggalkan oleh sang pemilik rumah dan tidak terpakai, warga sekitar berinisiatif menjadikan rumah ibadah mengingat masih banyak warga yang keturunan Tionghoa.

Hingga saat ini masih banyak pemeluk Agama Khonghucu yang datang untuk beribadah di klenteng tersebut. Baik yang berasal dari daerah Senggarang maupun dari luar daerah. Ada beberapa ruangan yang dijadikan tempat untuk berdoa dan pembakaran dupa.

Klenteng Tien Shang Miao ini terletak di Senggarang Tanjungpinang, Kepulauan Riau. ( foto: Fryn\lintaskepri.com )

meski sudah menjadi salah satu destinasi wisata, Klenteng Tien Shang Miao terlihat tidak terawat. Banyak cat dinding yang sudah terkelupas dan kusam, terutama pada dinding yang dekat dengan tempat peletakkan dupa. Tak hanya itu, beberapa bagian terlihat lusuh karena banyak barang yang tidak terpakai ditumpuk begitu saja sehingga hampir mirip dengan gudang.

Bahkan beberapa tahun lalu klenteng ini sempat mengalami kerusakan akibat desakan akar pohon beringin. Walaupun keadaan klenteng kurang membuat nyaman, tapi masih banyak saja wisatawan yang datang berkunjung. Ada pula warga sekitar yang memanfaatkan klenteng untuk berkumpul bersama atau sekadar beristirahat.

Adanya pohon beringin membuat suasana menjadi sejuk dan teduh. Sementara itu, di sekitar klenteng akar pohon masih ada beberapa obyek wisata lain yang sering dikunjungi. Terlebih Senggarang adalah kawasan pecinan di mana dahulu kala imigran dari Tiongkok pertama kali singgah di sana sebelum menyebar ke berbagai pulau di sekitarnya.


Keberadaan patung seribu wajah yang berjumlah lebih dari 500 ini menjadi daya tarik jika ingin berkunjung mengisi liburan Imlek. ( foto: Fryn\lintaskepri.com )

Patung 1000

Patung seribu wajah, begitu sebutan deretan patung yang wajib dikunjungi jelang liburan Imlek. Bukan di Hongkong. Selain indahnya arsitektur vihara, keberadaan patung seribu wajah yang berjumlah lebih dari 500 ini menjadi daya tarik jika ingin berkunjung mengisi liburan Imlek.

Disebut juga refleksi Thousand Face of Buddha, patung seribu wajah di vihara ini terbuat dari batu granit, dengan masing-masing ekspresi dan gesture yang berbeda. Unik sebagai objek libura Imlek.

Bukan hiasan, patung seribu wajah di vihara ini sebenarnya menggambarkan para biksu, arahat, atau orang suci Buddha yang hidup di masa lalu.

Patung-patung ini merupakan sumbangan dari umat dengan garansi 500 tahun. Ekspresi yang berbeda-beda dari patung seribu wajah itu merupakan simbol sifat serta karakter manusia.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Tanjungpinang, Kepri

Rata-rata tinggi patung-patung tersebut adalah 1,7 hingga 2 meter. Konon, pembuat patung-patung tersebut langsung seniman dari Tiongkok. Jika ingin menyaksikan langsung, tak usah ke Hongkong.

Patung seribu wajah berada di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Memang, Tanjung Pinang di Kepulauan Riau dikenal juga dengan keindahan pesisirnya yang menjadi destinasi wisata unggulan bersama di Pulau Bintan.

Baca Juga : Tips Liburan Aman dan Nyaman Bersama Keluarga

Didukung keindahan pantainya, Kota Tanjungpinang memiliki daya tarik lain, ya salah satunya adalah Vihara Ksitigarbha Bodhisattva ini. Berlokasi di atas bukit, vihara ini memiliki panorama alam yang memukau.

Vihara ini bukan hanya tempat ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga kerap menjadi destinasi wisata yang menawarkan pesona bagi para wisatawan. Tepatnya berada di Jalan Asia Afrika Kilometer 14, vihara ini sudah sangat dikenal sebagai pemilik patung seribu wajah yang berwarna putih.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva dibangun tahun 2006 dan menjadi destinasi wisata yang menarik dengan bangunannya yang megah dan terbuka bagi pengunjung.(fryn/LK)

Editor : Red