'

Harus Cepat, Terorganisir dan Sesuai Mekanisme

* Gubernur Pimpin Rapat Koordinasi Aksi Peduli Bencana Palu

Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan kepada seluruh pihak terkait, untuk dapat bergerak cepat dalam membantu meringankan beban para korban bencana yang menimpa saudara sebangsa di Donggola dan Palu, Sulawesi Tengah.

“Karena Indonesia ibarat satu tubuh, sakitnya bagian timur tentu kita di barat akan merasakan juga ,” ujar Nurdin saat rapat koordinasi aksi peduli bencana Gempa dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah bertempat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (1/10) petang.

Sebelum memimpin rapat, Nurdin terlebih dahulu melantik Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Agusnawarman serta Sekretaria Dinas Pendidikan, Fathurrahman. Nurdin sepanjang Senin ini terlihat bolak balik ke Jakarta.

Pada pagi hari, Nurdin menghadiri HUT DPD RI yang ke-14. Aktivitas di Jakarta sekaligus membicarakan percepatan RUU Daerah Kepulauan. Usai melantik dan memimpin rapat, Nurdin pada Senin malam kembali ke Jakarta. Karena, pada Selasa (2/10) pagi ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Menteri Pertanian.

Penandatangan MoU itu terkait peningkatan ekspor dan pengendalian inflasi di wilayah perbatasan Provinsi Kepulauan Riau.

Di  awal rapat tanggap bencana,  Nurdin meminta semua pihak harus menyatukan kekuatan untuk membantu Palu dan Donggala. Semua masyarakat di Kabupaten dan Kota harus digerakan bersama mengumpulkan bantuan semaksimal mungkin.

“Bukan hanya di kalangan pemerintah, ajak semua organisasi masyarakat, pemuda, mahasiswa, pramuka, dewan masjid juga para pengusaha untuk ikut andil,” lanjut Nurdin.

Bergerak cepat kata Nurdin, harus bisa menampakan hasil dalam satu minggu ke depan. Karena para korban tidak bisa menunggu kebutuhan-kebutuhan pokok yang diperlukan dalam masa pengungsian.

“Harus terorganisir, apalagi lokasinya yang jauh, kita harus cepat, koordinir Kabupaten dan Kota agar kalau bisa bantuan dapat dikirimkan serentak,” kata Nurdin lagi.

Adapun Bencana gempa dan tsunami terjadi di Palu dan Donggala pada Jumat (28/9), dengan kekuatan gempa 7,4 magnitudo menelan lebih seribu korban meninggal.

Sementara itu, Sekdaprov H TS Arif Fadillah mengatakan musibah bencana alam gempa dan tsunami tersebut harus disikapi segera dan daerah harus segera juga membentuk tim penanganan tanggap bencana.

“Kita harus segera turun tangan dalam ikut membantu meringankan beban para korban bencana,” kata Arif.

Kadis Kesehatan Tjetjep Yudiana menyatakan bahwa ada beberapa tenaga medis yang terdata siap untuk diberangkatkan menjadi relawan medis di lokasi bencana.

“Sekarang mereka menunggu izin untuk diberangkatkan dan siap ikut andil dalam penanganan korban di sana,” kata Tjetjep.

Dalam rapat tersebut dibentuk tim koordinator yang akan memimpin pengumpulan bantuan bencana baik berupa barang logistik maupun uang, serta mengatur pihak-pihak terkait untuk ikut hadir dalam rapat lanjutan.

Hadir pada kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Sejumlah Kepala OPD, Perwakilan PT Pelni, sejumlah Organisasi Pemuda, Karang Taruna, Mahasiswa serta Gerakan Pramuka. (Ald)

Sumber: Humas Kepri

Baca juga :

Top