Hamid Rizal : Besok Natuna Jadi Provinsi, Saya Siap Jadi Gubernurnya

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal.

Natuna, LintasKepri.com – Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal tampaknya sudah tidak sabar lagi, jika Kabupaten Natuna statusnya ditingkatkan menjadi sebuah Provinsi baru, bergandengan dengan Anambas.

Terbukti disetiap kesempatan dirinya menyampaikan kata sambutan, selalu membahas tentang rencana pembentukan Provinsi Khusus Natuna-Anambas.

“Saya merasa Provinsi Natuna-Anambas ini sudah sangat dekat sekali,” ujar Hamid Rizal, saat menutup Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbangda) Natuna tahun 2018, di Gedung Sri Serindit, Ranai. Rabu (14/03/2018) siang.

Hamid mengatakan, Natuna tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena kata dia, saat ini sebagian besar Negara di Dunia sudah mengenal Natuna. Sehingga Natuna merupakan salah satu daerah strategis nasional, yang dinilai memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi.

“Karena sumberdaya alam yang kita miliki sangat besar. Bahkan sumberdaya alam yang menyamai uranium, ada di Natuna. Makanya Pak Presiden sering datang kesini,” katanya.

Kata Hamid, di Natuna harus dibangun pangkalan udara dan laut yang memadai oleh Pemerintah Pusat. Pertahanan disektor laut dan udara harus lebih ditingkatkan lagi. Sehingga bisa mencegah terjadinya serangan dari bangsa luar, dari kedua sisi tersebut.

“Harus ada pesawat tempur dan kapal selam yang disiapkan disini. TNI AU dan AL harus diperkuat lagi. Ini harus dibangun dengan serius oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Apalagi terang Hamid, Coastguard China sudah sering melakukan patroli rutin disekitar perairan Natuna. Hal itu membuktikan, bahwa Natuna terus menjadi incaran oleh negara maju di Asia.

“Ini sudah saya sampaikan kepada Wantanas (Dewan Pertahanan Nasional, red) saat pertemuan kemarin,” tukasnya.

Dengan tingginya tingkat kerawanan di daerah yang berada di Laut Natuna Utara tersebut, sudah sepatutnya Natuna mekar menjadi sebuah Provinsi sendiri dan berpisah dengan Kepri.

Apalagi kata Hamid, Natuna sudah diperlakukan seperti anak tiri oleh Pemprov Kepri. Bahkan kata dia, tahun 2019 mendatang, kabarnya Natuna hanya kecipratan anggaran sebesar Rp 6,1 milyar saja, dari sektor DBH, oleh Pemprov Kepri.

“Ngapain lagi kita ngarepin dari Kepri, kalau hanya dikasih segitu,” katanya, “Kalau besok Natuna jadi Provinsi, saya siap jadi Gubernurnya,” cetus Hamid lagi.

Meskipun Kemendagri telah menyetop ratusan usulan pembentukan daerah otonomi baru diseluruh Indonesia, namun Hamid yakin Natuna tetap bisa jadi Provinsi. Sebab secara geopolitik, Natuna tidak bisa disamakan dengan beberapa daerah lainnya yang juga ingin memekarkan daerahnya.

“Kita tidak sama, kita ini daerah perbatasan, ada aturan khususnya. Kalau tak percaya, buka saja undang-undang tentang pemekaran Provinsi. Kita sudah buat semua kajiannya. Pokok Natuna harus tetap jadi Provinsi,” ujar Hamid optimis.

Selain itu, kata Hamid, jika mimpi seluruh masyarakat Natuna dan Anambas terwujud jadi Provinsi, akan bisa mengambil alih perdagangan dijalur laut yang dulu melintasi selat malaka, setelah Terusan KRA jadi dibuka oleh Pemerintah Thailand.

“Nanti pelabuhan peti kemas akan pindah ke Natuna. Harus Pemerintah Provinsi yang menampungnya. Pokoknya kalau bisa Natuna harus lebih maju dari Tanjungpinang dan Batam,” pungkas Hamid.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top