Pemko Tpi

Hakim Vonis Surya Darma Putra “Hanya” 18 Bulan Penjara

Terdakwa Surya Darma Putra divonis 18 bulan penjara
Terdakwa Surya Darma Putra divonis 18 bulan penjara

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Mantan staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sekretariat Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Surya Darma Putra, divonis majelis hakim selama satu tahun dan enam bulan penjara, karena terbukti melakukan korupsi sisa dana Percepatan Pembangunan dan Insfrakstruktur Daerah (PPID) Anambas tahun 2010.

Putusan tersebut dijatuhkan ke terdakwa pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (16/12).

“Terdakwa dihukum selama satu tahan dan enam bulan penjara,” ujar majelis hakim yang dipimpin Jupriyadi ini membacakan amar putusannya.

Selain hukuman badan, terdakwa juga dikenakan denda senilai Rp 50 juta subsider empat bulan penjara.

Terdakwa dinilai terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar ketentuan pasal 3 ayat 1 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentag korupsi jo pasal 55 KUHP ayat 1.

Terdakwa Surya Darma Putra juga dikenakan hukuman membayar Uang Pengganti (UP) kerugian negara yang timbul dalam kasus ini senilai Rp 743 juta dari total kerugian senilai Rp 4,8 miliar.

“Jika uang pengganti tidak dibayar maka akan diganti dengan hukuman selama satu tahun penjara,” papar Jupriyadi.

Jupriyadi dalam amar putusaannya mengutarakan jika UP yang dibebankan ke terdakwa Surya Darma Putra telah dikembalikan seluruhnya.

Vonis tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa selama empat tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan penjara.

Jaksa juga menuntut terdakwa dengan hukuman membayar UP senilai Rp 2 miliar. Jika UP tidak dibayar maka akan diganti dengan hukuman selama dua tahun penjara.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya Hendi Devitra mengatakan masih pikir-pikir begitu juga dengan Jaksa Nofiandri dari Kejati Kepri mengutarakan hal yang sama.

“Kita masih pikir-pikir dulu,” ujar Nofiandri.

Sampai berita ini siap dilansir, Welly Indra, Handa Rizky, Effian yang juga menjadi terdakwa dalam kasus korupsi ini menunggu giliran menerima vonis dari hakim.

Ketiganya saat ini masih menjalani proses persidangan yang digelar hingga malam hari ini. (Aliasar)