Hadiri HUT PPNI ke 44, Bupati Natuna Minta Perawat Terapkan 3S

Bupati Natuna saat menghadiri Senam Sehat oleh PPNI di RSUD Natuna.

Hamid Rizal saat menghadiri Senam Sehat oleh PPNI di RSUD Natuna.

Natuna, LintasKepri.com – Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal, secara resmi membuka serangkaian kegiatan hari ulang tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke 44 tahun. Bertempat di halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna, Sabtu (17/03/2018) pagi.

Peringatan hari jadi PPNI didaerah perbatasan ini, akan dilaksanakan selama tiga hari, dengan mengadakan berbagai kegiatan, seperti senam sehat, donor darah, family chatering dan workshop.

Dalam sambutannya Hamid Rizal menyarankan, agar seluruh perawat bisa menerapkan Senyum, Sapa dan Salam (3S) kepada setiap pasien maupun keluarga pasien. Terutama para perawat yang ditugaskan diseluruh rumah medis di Kabupaten Natuna.

“Pasien itu terkadang tidak hanya berobat, kadang ada juga yang hanya menanyakan masalah pelayanan kesehatan, harus kita antarkan, itu lebih bagus. Saya lihat di rumah sakit Malaka pelayanannya seperti itu, sehingga banyak yang berobat kesana,” ungkap Hamid Rizal.

Bupati Hamid Rizal sampaikan kata sambutan.

Bupati Hamid Rizal sampaikan kata sambutan.

Meski tampak sederhana, kata Hamid, namun tidak ada salahnya jika diterapkan di pusat pelayanan kesehatan yang ada di Natuna. Mulai dari Pustu, Puskesmas hingga RSUD. Supaya masyarakat bisa betah dan nyaman, ketika mendapat penanganan medis.

Masalah permintaan kenaikan gaji bagi para tenaga medis, termasuk perawat, kata Hamid, itu hal yang lumrah. Namun perlu diketahui, bahwa penghasilan para PNS diseluruh Indonesia memang belum mencukupi, termasuk gaji pokok Bupati yang hanya sekitar Rp 6 juta perbulan. Bahkan jauh dibawah gaji para anggota KPK, yang mencapai hingga ratusan juta.

“Makanya banyak kepala daerah yang tersangkut korupsi. Saya juga berharap gaji PNS dinaikan, agar kejadian tangkap tangan bisa berkurang,” harapnya.

Selain itu, Hamid juga berharap, agar gaji para pegawai baik honorer maupun PNS di Natuna bisa dinaikkan. Sebab, biaya hidup di daerah perbatasan seperti Natuna, sangat tinggi. Pasalnya hampir sebagian besar kebutuhan pokok bagi masyarakat Natuna didatangkan dari luar daerah, yang sangat jauh dari Natuna.

“Namun demikian, kita sudah menandatangani surat pernyataan, bahwa kita siap untuk ditugaskan dimanapun dan kapanpun. Mari kita sama-sama bekerja sesuai profesi kita dengan baik,” pinta Hamid.

Sementara itu ketua panitia kegiatan, Harpen, mengatakan, bahwa dalam rangka mensukseskan perayaan HUT PPNI ke 44 tahun ini, akan melibatkan seluruh perawat yang bertugas di Natuna.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh DPD PPNI Kabupaten Natuna, yang diketuai oleh Nazri, S.Kep,” kata Harpen.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD PPNI Natuna, Nazri, S.Kep mengatakan, bahwa jumlah keseluruhan perawat yang bertugas di Natuna sebanyak 375 orang. Sebanyak 331 perawat sudah memiliki surat tanda registrasi (STR), sisanya sebanyak 44 orang perawat belum mendapatkan STR.

“Disamping itu, ada perawat yang sudah pindah ke struktural dan seratus persen sudah bekerja dilingkup Pemda Natuna. Semoga yang dikatakan oleh Pak Bupati dengan memperpanjang kontrak, bisa terwujud. Serta gajinya juga bisa dinaikkan,” harap Nazri.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top