Ganasnya Ombak Tak Halangi Ngesti Temui Warga Batu Berian

Wabup Ngesti beserta rombongan saat tiba di Desa Batu Berian.
Wabup Ngesti beserta rombongan saat tiba di Desa Batu Berian.

Natuna, LintasKepri.com – Di hari ke dua lawatannya ke Kecamatan Serasan dan Serasan Timur, Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, melakukan kunjungan ke Desa Batu Berian, Kecamatan Serasan. Ahad (27/01/2019) pagi.

Dengan menggunakan kapal motor (Pompong) milik masyarakat, Wabup Ngesti beserta rombongan membelah lautan untuk menuju ke Pulau Berian, guna menyambangi masyarakat di daerah yang terletak disalah satu Pulau diperbatasan tersebut.

Meski ombak air laut kala itu tidak bersahabat, namun tak menjadi halangan berarti bagi Wakil Kepala Daerah tersebut, untuk menyapa warganya yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Ngesti beserta rombongan tiba di Pelabuhan Berian sekitar pukul 09:00 Wib, dan langsung disambut hangat oleh ratusan masyarakat setempat, yang telah lama menantikan kedatangan sang pemimpinnya tersebut.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menjalin tali silahturahmi antara masyarakat dengan Pemda Natuna, sekaligus untuk menyampaikan program pemerintah yang telah dirancang dan dijalankan saat ini.

Rombongan menuju ke kampung warga di Desa Batu Berian.
Rombongan menuju ke kampung warga di Desa Batu Berian.

Silahturahmi antar Masyarakat dan Kepala Daerah itu, berlangsung di Masjid Jami’ Al – Abshor Batu Berian, pada Ahad (27/01/2019) malam.

Dalam sambutannya Ngesti mengatakan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan dalam acara penyambutan kedatangannya. Karena turut melibatkan para siswa-siswi di SMP Satu Atap Desa Batu Berian, yang merupakan salah satu janji kampanye beliau pada saat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati 2 tahun lalu, bersama Abdul Hamid Rizal.

“Untuk sampai disini tergantung niat, kepedulian dan atas seizin Allah SWT, maka akan sampai. Ini adalah dalam rangka memenuhi janji kami saat kampanye, jangan hanya kampanye datang, dah jadi tak nampak lagi,” ungkap Ngesti.

Ia juga mengatakan sekolah SMP Satu Atap merupakan permintaan warga, maka hendaknya harus di manfaatkan sekolah tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah, saat ini semua anak-anak disini telah bersekolah semua, jangan ada lagi yang tidak sekolah, Saya berharap banyak melahirkan  sarjana dari desa ini nanti, maka didiklah anak kita dengan baik,” pintanya.

Wabup Ngesti saat melakukan Silahturahmi kepada masyarakat di Desa Batu Berian.
Wabup Ngesti saat melakukan Silahturahmi kepada masyarakat di Desa Batu Berian.

Disamping itu, Ia juga mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap menjalin kerja sama yang baik dalam membangun Desa.

“Batu Berian termasuk wilayah perbatasan, namun ada kategori baru yang ditetapkan oleh Kementerian Desa, diantaranya sangat tertinggal, sedangkan Desa Batu Berian termasuk desa membangun, karena itu tidak dapat insentif, tetapi dana desa dan ADD tetap berjalan,” terangnya.

Tahun ini, kata dia, ada pemerataan dengan dikucurkan dana kelurahan. Dia berharap tujuan dari dana desa benar-benar terwujud menjadikan desa mandiri secara ekonomi.

“Ini yang belum bisa dilakukan semua desa, karena masih fokus pada infrastruktur, belum pada pembinaan ekonomi, harus ada managemen yang lebih baik seperti koperasi nelayan atau pun Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) fokus pada pembinaan ekonomi,” tegasnya.

Ia juga mengakui ada kebijakan desa ke arah itu, namun belum dikoordinir dengan baik, baik sektor pertanian, perikanan dan home industri.

“Pemerintah Daerah maunya setiap desa punya karakter masing-masing, Batu Berian daerah perikanan tonjolkan sektor perikanannya,” pintanya.

Perjalanan rombongan saat menumpangi pompong kayu milik warga.
Perjalanan rombongan dengan menumpangi pompong kayu milik warga.

Ngesti juga menyinggung masalah stanting. Ia berharap, jangan ada lagi anak Desa Batu Berian mengalami stanting.

“Target kita 2 Tahun kedepan, jangan ada lagi anak stanting, dengan cara memastikan para ibu hamil tetap bisa memenuhi gizi. Kalau saya lihat, disini bisa dilakukan salah satunya membuat kebun bersama oleh ibu-ibu,” katanya.

Dijelaskannya, itulah sebenarnya program PKK, bisa memenuhi kebutuhan secara mandiri atas sayur mayur dan buah-buahan.

“Kades tolong buatkan program masing-masing rumah wajib tanam buah lokal, galakan makan buah lokal, agar generasi kita harus lebih pintar dan bisa membangun daerah lebih baik lagi,” pinta Ngesti kepada Kades Batu Berian.

Disamping itu pula, Ia juga menyampaikan rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) untuk sektor perdagangan di Serasan akan segera terealisasi.

“Saya lihat disini memang banyak barang dari Sematan, kita tidak mau ada permasalahan lagi terkait hal tersebut,” ucapnya.

Ia menceritakan terkait adanya kasus penangkapan yang kerap terjadi oleh police malaysia terhadap warga Serasan membuat pemerintah daerah mendorong dibangunnya PLBN tersebut.

Tiba di Desa Batu Berian, Ngesti beserta rombongan langsung menyapa masyarakat setempat.
Tiba di Desa Batu Berian, Ngesti beserta rombongan langsung menyapa masyarakat setempat.

“Secara historis, kita tau masyarakat disini sudah seperti itu sejak dulu, sudah tradisi, kita ingin ini legal tidak ada masalah lagi kemudian hari, saya bersama anggota DPRD juga telah menyampaikan itu langsung kepada Kementerian terkait,” imbuhnya.

Diamhir sambutannya ia menyampaikan, terkait Listrik PLN di Desa Batu Berian, bahwa  pemerintah daerah telah mendesak kepala PLN Natuna untuk secepatnya paling lambat pada bulan Maret tahun ini, harus sudah beroperasi.

“GM PLN pada saat acara syukuran di kantor PLN Ranai beberapa waktu lalu berjanji akan meresmikan pengoperasian secara serentak pada Februari mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Batu Berian, Alamin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Natuna di Desa mereka.

“Ini pertama kali pejabat Kabupaten Natuna berkunjung ke Batu Berian selama 2 periode saya memimpin, hal ini terjadi antara percaya dan tidak, mengingat cuaca dalam kondisi ekstrim saat ini,” kata Alamin.

Diakuinya, kunjungan kerja secara resmi langsung oleh pejabat Natuna di Desa mereka kali ini merupakan kegiatan yang pertama kali.

“Ini perdana, sebelumnya pernah ada Bupati datang menghadiri peresmian Desa, waktu itu Bupatinya juga Bapak Hamid Rizal, itu pun kegiatan dilaksanakan oleh Kecamatan, kami hanya tuan rumah,” sebut Alamin.

Kegiatan ini ditutup dengan ceramah agama, yang disampaikan oleh Ustadz Muda Huda Sabila.

Editor : Erwin Prasetio