
Natuna, LintasKepri.com – Forum Kita Peduli Sesama (FKPS), bersama beberapa organisasi kepemudaan dan lembaga di Kabupaten Natuna, sukses melaksanakan kegiatan Khitan Massal. Kegiatan ini berlangsung di Aula Asrama Haji Natuna Gerbang Utaraku (NGU), pada Ahad (13/05/2018) pagi.
Puluhan anak laki-laki ditemani orang tuanya, tampak berbondong-bondong mengikuti kegiatan sosial yang digelar oleh beberapa organisasi peduli sosial tersebut.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Natuna, melalui Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Natuna, Kartina Riauwita. Dalam sambutannya ia mengaku salut dengan beberapa organisasi yang dimotori oleh para pemuda peduli sosial Natuna tersebut. Pasalnya kata dia, kegiatan sosial seperti ini sangat jarang sekali dilakukan oleh organisasi di luar Pemerintahan.
“Kegiatan ini sangat luar biasa sekali, kami saja di Dinas Sosial tidak mampu menggelar kegiatan seperti ini. Terimakasih FKPS dan seluruh pihak yang berpartisipasi mensukseskan Khitan Massal ini,” ungkap Kartina dalam sambutannya.

Sementara itu Camat Bunguran Timur, Asmara Juana Suhardi, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemerintah Kecamatan Bunguran Timur memberikan apresiasi setinggi-tingginya, atas terselenggaranya Khitan Massal diwilayah administratif Bunguran Timur.
AJ Suhardi berharap, para peserta Khitan Massal yang telah disunat, dapat menyadari masa balighnya dan mengerjakan perintah Allah SWT.
“Kalian semua sudah di sunat, artinya kalian semua sudah baligh, dan sudah wajib menjalankan Perintah Allah SWT. Kepada orang tua harus selalu mengingatkan putranya, agar rajin melaksanakan ibadah,” kata AJ Subardi.
Mantan Camat Bunguran Barat tersebut juga berpesan kepada para orang tua, agar selalu mengawasi perilaku anak-anaknya diluar rumah, terutama pada saat bulan suci Ramadhan 1439 hijriyah, yang tinggal hitungan hari lagi. Jangan sampai gara-gara adanya perilaku menyimpang yang dilakukan anak-anak, dapat mengganggu umat muslim dalam menjalankan ibadah di bulan penuh berkah tersebut.
“Bapak Ibu tolong diingatkan anak-anaknya, jangan bermain mercon (petasan, red), kebut-kebutan di jalan dengan knalpot racing, karena ini dapat mengganggu orang yang sedang beribadah, serta dapat membahayakan diri mereka masing-masing. Apalagi perilaku tersebut bukanlah Budaya Umat Muslim. Terkadang malam takbir pun malah geber-geber dijalan. Sekali lagi tolong ingatkan dan awasi anak-anaknya,” pesan AJ Suhardi.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Panitia Kegiatan, Sugianto, mengatakan, bahwa biaya yang digunakan dalam kegiatan sosial ini, bersumber dari uang khas FKPS dan sumbangan para donatur yang mendukung pelaksanaan kegiatan ini.
Ia berharap para donatur yang telah bersedia menyisihkan rejekinya, mendapat balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa.
Dikatakan Yanto (sapaan akrabnya), bahwa pihaknya awalnya hanya menyediakan fasilitas sebanyak 30 anak yatim dan piatu dari 3 Desa dan 3 Kelurahan di Bunguran Timur, namun ternyata yang mendaftar mencapai 58 peserta. Meski demikian, pihaknya tetap menerima pendaftaran tersebut, dan akan melaksanakn kegiatan yang sama di hari berikutnya, di Mapolres Natuna.
“Fasilitas kita maksimal hanya mampu untuk 43 anak. Sisanya 15 anak akan di sunat di Polres Natuna besok (Senin 14 Mei, red). Jadi tadi pihak Polres bersedia menampung anak-anak yang sudah terlanjur daftar. Jadi besok itu gawainya Polres, dengan menggandeng FKPS dan PPNI,” kata Yanto menjelaskan.
Para peserta Khitan Masal akan mendapatkan bingkisan berupa kain sarung, buku, jajanan ringan dan sejumlah uang tunai.
Berikut nama-nama organisasi dan lembaga yang turut berpartisipasi dalam Khitan Masal, yaitu Forum Kita Peduli Sesama (FKPS), Pers Natuna Solidarity, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Satpam Kabupaten Natuna (PSKN), Komunitas Muda Natuna (Komuna), Komunitas Jomblo Kreatif (KJK), Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi), Kecamatan Bunguran Timur, UPTD Puskesmas Bunguran Timur, Polres Natuna, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB).
Laporan : Erwin Prasetio