'

E-Commerce Dinilai Mempengaruhi Sistem Perdagangan Konvensional

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pertumbuhan e-commerce, perdagangan elektronik, atau lebih lazim disebut dengan jual beli online, secara umum mempengaruhi transaksi belanja konvensional di Indonesia.

Di Jakarta, pusat perbelanjaan barang elektronik terkenal seperti Glodok bahkan terkena dampak meningkatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

Semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap belanja daring ini membuat masyarakat konsumen lebih memilih belanja secara online, karena menawarkan banyak kemudahan.

“Belanja online menawarkan banyak kemudahan kepada masyarakat. Terlebih saat ini banyak situs belanja online yang semakin dipercaya konsumen. Hal ini tentu saja berdampak kepada tingkat pendapatan, atau transaksi pada toko-toko ritel dan pasar tradisional,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto, Selasa (27/2).

Hal itu dikatakannya terkait dengan informasi mengenai tutupnya beberapa toko di Jalan Merdeka Tanjungpinang.

Menurut Teguh, selain dipengaruhi oleh meningkatnya pertumbuhan e-commerce, tutupnya toko-toko konvensional di Jalan Merdeka juga dipengaruhi oleh terjadinya perpindahan penduduk secara signifikan ke kawasan Timur Kota Tanjungpinang.

Pusat perekonomian Kota Tanjungpinang saat ini bisa dikatakan telah pindah dari kawasan kota lama ke kawasan Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Perdagangan di kawasan Bintan Center dan sekitarnya kini bahkan tetap terjadi hingga larut malam. Bertolak belakang dengan kondisi di kawasan kota lama.

Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri, sambung Teguh, tetap berupaya menyusun berbagai program dan kebijakan untuk meningkatkan kembali aktivitas perekonomian kawasan kota lama.

“Salah satunya adalah dengan membuka kawasan Tandjongpinang Night Market setiap hari mulai pukul 17.00 WIB sampai tengah malam sejak 15 Januari 2018 lalu. Kedepan program tersebut diharapkan mampu memancing geliat ekonomi kota lama,” tuturnya.

Teguh menjelaskan, pada rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang awal Februari lalu, Pj Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengatakan, perekonomian Kota Tanjungpinang sangat tergantung pada APBD.

Sehubungan dengan itu, Raja Ariza juga telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah untuk segera melaksanakan kegiatan yang dibiayai melalui APBD Kota Tanjungpinang Tahun 2018.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono, juga telah mengeluarkan instruksi tentang percepatan pelaksanaan program/kegiatan tahun anggaran 2018 melalui Surat Nomor 050/106/1/2/02/2018 tertanggal 29 Januari 2018.

Pemerintah kota, lanjutnya, sangat menyadari jika perekonomian daerah sangat tergantung pada perputaran uang yang terjadi setelah pelaksanaan kegiatan yang dibiayai melalui dana APBD.

Sekretaris Daerah bahkan sampai mengeluarkan instruksi kepada seluruh OPD untuk segera melaksanakan program dan kegiatan yang dibiayai APBD.

(Iskandar)

Baca juga :

Top