Dukung Penguatan Muatan Lokal, Disdik Tanjungpinang Sosialisasi Pantun Masuk Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang sosialisasi pantun masuk sekolah sebagai penguatan muatan lokal bagi tenaga pendidik, Rabu (9/11/2022) bertempat di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang.(foto: disdik tanjungpinang).
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang sosialisasi pantun masuk sekolah sebagai penguatan muatan lokal bagi tenaga pendidik, Rabu (9/11/2022) bertempat di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang.(foto: disdik tanjungpinang).

LINTASKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dalam upaya mendukung mata pelajaran muatan lokal, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang mensosialisasikan pantun masuk sekolah bagi tenaga pendidik, Rabu (9/11/2022) bertempat di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan peserta guru-guru dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Tanjungpinang.

Kepala Disdik Kota Tanjungpinang Endang Susilawati menjelaskan, pantun adalah sebuah hasil karya sastra lama yang awalnya berupa ujaran. Seiring berjalannya waktu sudah ada dalam bentuk tertulis.

Pantun tidak hanya gubahan kata-kata yang mengandung rima dan irama saja. Menurutnya, dengan rangkaian kata yang ada, pantun bisa menjadi upaya untuk menghibur seseorang.

“Disamping itu pantun juga mengandung ide kreatif dan kritis. Ini membuat proses pembuatan karya sastra ini mampu mengasah kreativitas dan imajinasi,” ujar Endang.

Endang mengungkapkan, kini pantun tidak lagi sekedar budaya masyarakat melayu, tapi sudah mendunia karena sudah diakui dunia.Hal itu karena pantun resmi dapat sertifikat warisan budaya takbenda dunia dari United Nations Educational Scientifik dan Cultural Organization (UNESCO).

UNESCO merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang fokus pada perlindungan situs-situs sejarah dan budaya yang berkantor pusat di Paris Perancis.

“Dengan diterimanya sertifikat pantun sebagai warisan dunia UNESCO, harapan kita bersama budaya pantun lebih meluas lagi, tidak hanya di komunitas pemantun saja,” ucapnya.

Maka dari itu, lanjut Endang, untuk memperluas budaya pantun, Pemko Tanjungpinang memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pelestarian pantun dengan melaksanakan program pantun masuk sekolah.

Salah satu bentuk perhatiannya melalui Disdik Kota Tanjungpinang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pantun masuk sekolah sebagai penguatan muatan lokal bagi tenaga pendidik.

“Saya mengharapkan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga melalui kegiatan ini akan dapat meningkatkan upaya kita dalam melestarikan budaya pantun di sekolah-sekolah,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi
Editor: Redaksi