Banner dprd kota

DPRD Tanjungpinang Reses, Disdukcapil Keluhkan Kekurangan SDM dan Peralatan Cetak KTP Elektronik

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang, Dapil Kecamatan Tanjungpinang Timur, Petrus Marulak Sitohang, SE.Ak melakukan peninjauan pelayanan di kantor Disdukcapil, Tanjungpinang, Selasa (12/3).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang, Dapil Kecamatan Tanjungpinang Timur, Petrus Marulak Sitohang, SE.Ak melakukan peninjauan pelayanan di kantor Disdukcapil, Tanjungpinang, Selasa (12/3).

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Dalam kegiatan resesnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang, Dapil Kecamatan Tanjungpinang Timur, Petrus Marulak Sitohang, SE.Ak melakukan peninjauan pelayanan di kantor Disdukcapil, Tanjungpinang, Selasa (12/3).

Dalam kunjungan tersebut Petrus mengatakan, untuk mendorong hak-hak pemilu, pelayanan Disdukcapil telah melakukan progres percetakan.

“saya melihat Disdukcapil Kota Tanjungpinang sudah ada progres percetakan, bahkan 5 menit sudah bisa cetak KTP jika dokumennya lengkap. Ini patut kita apresiasi,”kata Petrus.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus M. Sitohang menampung aspirasi warga yang tengah melakukan pengurusan E-KTP di Kantor Disduk Kota Tanjungpinang, Selasa (12/3)
Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus M. Sitohang menampung aspirasi warga yang tengah melakukan pengurusan E-KTP di Kantor Disduk Kota Tanjungpinang, Selasa (12/3)

Hanya saja, lanjutnya, keluhan yang disampaikan para petugas pelayanan, mereka kekurangan sumber daya manusia serta peralatan yang dimiliki kurang memadai sementara tumpukan data begitu banyak

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang, Irianto mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan upaya percepatan pencetakan KTP.

“Agar proses itu dapat cepat terlaksana ia meminta agar warga mengurus dokumen kependudukannya langsung ke kantor dinas kependudukan. Jangan melalui calo,ucapnya.

Lebih lanjut kata dia, saat ini banyak warga yang mengurus KTP lewat calo tidak kunjung mendapatkan dokumennya meski tidak jarang sudah mengeluarkan uang banyak.

“Malah ada yang marah-marah ke staff dinas kependudukan karena menuduh dipersulit, padahal permohonan warga tidak diproses karena tidak pernah sampai ke dinas kependudukan atau kalaupun sampai tidal diproses karena persyaratannya tidak lengkap,” ungkapnya.

(wr)