Banner dprd kota

DPRD Natuna Soroti soal Pemenangan Tender Proyek dengan Harga Tidak Wajar

LPP Gurindam web

Natuna, LintasKepri.com – Persaingan untuk memenangkan pekerjaan lelang tender yang berada di Kabupaten Natuna, semua kontraktor tentu ingin menang, sehingga membuat penawaran, menurunkan harga yang sudah tidak wajar lagi.

Saat dikonfirmasi oleh awak media ini, di kantor DPRD Natuna dalam ruangan Fraksi Gerindra, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, pada Senin (16/08/2021) siang, Ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki, ikut angkat bicara soal masalah tersebut.

Wakil rakyat dari Dapil Natuna II itu menyoroti terkait proses pemenang lelang tender, yang menurutnya kurang wajar dan tidak selektif.

“Kita berharap kelompok kerja (Pokja) harus betul-betul selektif dalam penentuan pemenangan tender. Saya sudah mendapat laporan dari masyarakat, ada beberapa kegiatan yang dimenangkan dengan penurunan harga yang tidak wajar,” terang Marzuki.

Marzuki juga menjelaskan, dalam satu kegiatan lelang tender itu, ada perusahaan yang berani menurunkan harga penawaran sampai 31%.

“Sementara keuntungan yang diberikan oleh pemerintah dalam satu kegiatan itu, hanya kisaran 10 sampai 15% saja, jika Pokja memenangkan perusahaan yang menurunkan penawaran sampai 31%, ini jelas menjadi tanda tanya,” kata Marzuki.

“Apakah mereka kerja tidak mau untung? atau kemungkinan akan ada mark up anggaran dalam pekerjaan itu,” ujar Marzuki, penuh tanda tanya.

Untuk memastikan kegiatan supaya berjalan lancar dan sesuai spesifikasinya, sesuai fungsi pengawasan Komisi II nanti akan melakukan Sidak di setiap pekerjaan yang ada di wilayah kabupaten Natuna.

“Kami komisi II akan memantau pekerjaan yang sudah berjalan, apalagi kegiatan yang dimenangkan oleh perusahaan dengan penawaran yang rendah, itu akan menjadi fokus pengawasan kita,” pungkas Marzuki.