Pemko Tpi

Ditangkap Imigrasi Batam, Gigolo Ini Dikurung di Rudenim Tanjungpinang

Inilah 9 gigolo yakni 8 orang dari Afganistan dan 1 orang dari Pakistan yang diserahkan Imigrasi Kelas 1 Batam ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang.
Inilah 9 gigolo yakni 8 orang dari Afghanistan dan 1 orang dari Pakistan yang diserahkan Imigrasi Kelas 1 Batam ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sembilan dari sepuluh warga negara asing (WNA) asal Afghanistan dan Pakistan yang ditangkap Imigrasi Kelas 1 Batam karena menjadi gigolo di Batam diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang.

Kepala Bidang Penetapan, Keamanan, Pemulangan dan Deportasi (PKPD), Irwanto Suhaili mengatakan, penyerahan 9 gigolo dari Imigrasi Kelas 1 Batam, akan dipisah dengan pencari suaka yang lain. Ini dilakukan agar para gigolo merasa perbuatan yang dilakukan mereka adalah salah.

“Sembilan gigolo ini akan kita tempatkan di ruang isolasi. 8 orang dari Afganistan dan 1 orang dari Pakistan,” kata Irwanto kepada awak media di Rudenim Tanjungpinang, Rabu (28/9).

Berdasarkan serah terima, hanya diserahkan 9 orang gigolo, dan satu orang lagi masih berada di Batam dikarenakan menjalani penyelidikan terhadap kasus menjajakan diri kepada wanita-wanita.

“Satu orang masih di Batam untuk keperluan penyelidikan,” tegasnya.

Sebelumnya, kata Irwanto, 10 gigolo ini sudah pernah ditempatkan di Rudenim Tanjungpinang. Bahkan sudah mendapat status refugee, mereka keluar untuk pergi ke negara ketiga. Jika gigolo ini bermuat masalah lagi maka akan dideportasi ke asalnya.

“Kalau buat masalah, kita akan koordinasi dengan kedutaan masing-masing. Nanti akan di deportasi ke negara asal karena tidak pantas menjadi pencari suaka,” tuturnya.

Mengenai kesehatan para gigolo, akan dilakukan pengecekan oleh International Organization For Migration (IOM). (Iskandar)