Disdukcapil Natuna Datangi Warga Bungteng untuk Rekam e-KTP

Petugas Disdukcapil Natuna saat melakukan Rekam e-KTP bagi warga penyandang Disabilitas di Desa Air Lengit.

Petugas Disdukcapil Natuna saat melakukan Rekam e-KTP bagi warga penyandang Disabilitas di Desa Air Lengit.

Natuna, LintasKepri.com – Berdasarkan Pancasila dan Undang-undang dasar Republik Indonesia tahun 1945, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada hakikatnya berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum atas setiap Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting yang dialami oleh Penduduk Indonesia yang berada di dalam dan atau di luar wilayah NKRI.

Bahwa untuk memberikan perlindungan, pengakuan, penentuan status pribadi dan status hukum setiap Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting yang dialami oleh Penduduk Indonesia dan Warga Negara Indonesia yang berada di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, perlu dilakukan pengaturan tentang Administrasi Kependudukan.

Bahwa pengaturan tentang Administrasi Kependudukan hanya dapat terlaksana apabila didukung oleh pelayanan yang profesional dan peningkatan kesadaran penduduk, termasuk Warga Negara Indonesia yang berada di luar Negeri.

img-20181122-wa0041_1

Dalam rangka mengaplikasikan undang-undang dasar RI 1945 tersebut diatas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bertekad untuk meningkatkan pelayanan publik, terkait kesadaran warga akan pentingnya memiliki identitas resmi kependudukan.

Hal ini dibuktikan Disdukcapil Natuna, dengan melakukan jemput bola atau turun langsung ke lapangan, untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada warga, berupa perekaman Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) secara langsung ke rumah-rumah warga.

Kepala Disdukcapil Natuna, Ilham Kauli menerangkan, bahwa langkah ini dilakukan, sebagai bukti bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan dan pengakuan atas status pribadi dan hukum bagi warga Negara Indonesia.

“Jadi sesuai undang-undang Kependudukan, bahwa kita sebagai aparatur Pemerintah, harus hadir ditengah-tengah masyarakat, untuk memberikan perlindungan bagi warga, melalui kepemilikan dokumen kependudukan. Untuk itu kami melakukan jemput bola, supaya warga yang belum mendapatkan dokumen kependudukan, bisa mendapatkannya,” terang Ilham Kauli, belum lama ini.

img-20181119-wa0035_1

Jemput bola ini, kata Ilham Kauli, juga sebagai langkah Disdukcapil Natuna, untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga, terutama dibidang kepemilikan dokumen kependudukan.

Ditambahkannya, bahwa pada dua hari terakhir ini, pihaknya telah mengirimkan tim, untuk melakukan perekaman e-KTP di Kecamatan Bunguran Tengah (Bungteng).

Dalam kegiatan jemput bola ini, para petugas Disdukcapil Natuna, berhasil melakukan perekaman e-KTP terhadap 52 orang warga di Bungteng, yang terdiri dari Desa Air Lengit, Tapau dan Harapan Jaya. Termasuk terhadap warga yang mengalami disabilitas dan lansia.

“Target kami sebenarnya 115 orang. Namun karena ada yang sedang bekerja, kuliah dan berada diluar daerah, akhirnya tidak bisa seluruhnya kita lakukan perekaman,” katanya.

Selain melakukan perekaman e-KTP, petugas Disdukcapil juga menerima berkas KTP warga yang sudah rusak dan perubahan KK, yang disebabkan oleh penambahan anggota keluarga dan perubahan status pendidikan.

Kata Ilham Kauli, dari 15 Kecamatan yang ada di Natuna, baru sebanyak 8 Kecamatan yang sudah dilakukan e-KTP dengan system jemput bola. Artinya masih tersisa sebanyak 7 Kecamatan lagi yang akan didatangi oleh Petugas Disdukcapil Natuna.

“System jemput bola ini akan terus kita lakukan, hingga bulan Desember nanti,” ucapnya.

Usai melakukan perekaman e-KTP di Kecamatan Bungteng, Tim Disdukcapil Natuna akan melanjutkan kegiatan yang sama di Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top