Dinkes Tanjungpinang Sebut Belum Ada Keluhan Masyarakat Terkait Vaksin AstraZeneca

Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. (Foto Lintaskepri)

Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Dinas Kesehatan Tanjungpinang menyebutkan belum ada laporan masyarakat yang terkena efek samping dari vaksin AstraZeneca, Senin (6/5/2024).

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Handono, menjelaskan bahwa memang vaksin tersebut pada saat pertama kali diluncurkan sudah ada protap terkait efek samping.

“Memang awalnya sudah dijelaskan bahwa ada efek samping, tetapi untuk efek samping seperti pembekuan darah memang baru baru ini disampaikan oleh pihak penyedia,” kata Handono kepada wartawan.

Untuk saat ini Handono mengatakan belum ada laporan masyarakat Tanjungpinang yang mengalami efek samping tersebut.

“Belum ada kami mendapat adanya keluhan seperti yang diberitakan, kalau ada pasti kami lakukan sesuai petunjuk teknis dan langsung membawa ke layanan kesehatan,” jelasnya.

Dinkes Tanjungpinang juga akan melaksanakan sosialisasi terkait efek samping vaksin tersebut kepada masyarakat.

“Nanti akan kita laksanakan sosialisasi dan memberikan informasi serta memberikan pengertian apabila terbukti,” tuturnya.

Sebelumnya AstraZeneca, perusahaan yang memproduksi vaksin Covid-19 dengan merek Covishield, mengakui produknya itu dapat menyebabkan efek samping langka. Termasuk pembekuan darah dan jumlah trombosit yang rendah.

Covishield adalah merek vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan Inggris-Swedia yang bekerja sama dengan Oxford University, Inggris dan diproduksi oleh Serum Institute of India.

Indonesia merupakan negara dengan peringkat keempat terbesar di dunia yang melakukan vaksinasi COVID-19.

Sebanyak 453 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia, dan 70 juta dosis di antaranya adalah vaksin AstraZeneca. (Mfz)

Editor: Yli