Dinilai Ganggu Nelayan, Izin Tambang Pasir Laut di Karimun Akan Dievaluasi Gubernur

Gubernur Kepri Isdianto menyapa masyarakat Pulau Buru, Kabupaten Karimun, Jumat (11/9).

Karimun, LintasKepri.com – Tambang pasir laut yang beroperasi di perairan Pulau Buru, Kabupaten Karimun, dikeluhkan sejumlah masyarakat setempat.

Tokoh masyarakat setempat, Andak Tahir, mengaku kecewa akan hal itu. Menurut dia, tambang pasir laut tersebut mengganggu nelayan yang mencari ikan.

“Tolong ini dipikirkan kembali terkait tambang pasir laut,” pintanya kepada Gubernur Kepri Isdianto, Jumat (11/9).

Bahkan, Andak Tahir sudah mendirikan Aliansi Peduli Nelayan dan Masyarakat (APNM) untuk menolak keberadaan tambang pasir laut.

“Masyarakat disini sudah resah. Saya tanya sama pejabat, katanya untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tapi kok sangat mengecewakan,” tuturnya.

Di sisi lain, pemuda Pulau Buru, Ridho, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam memberikan bantuan untuk nelayan agar tepat sasaran.

Karena selama ini, lanjut dia, ada masyarakat di Kartu Tanda Penduduk (KTP) tertulis pekerjaan nelayan. Namun, pekerjaan aslinya bukan nelayan.

“Kita mau hal ini disingkirkanlah. Kasihan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan asli,” pinta Ridho.

Dia tak ingin masyarakat dilanda krisis kepercayaan dengan pemerintah, begitu juga sebaliknya.

“Ini harus kita jaga. Agar nantinya tidak ada kekhawatiran,” sebut Ridho.

Sementara itu, Gubernur Kepri Isdianto, akan mengevaluasi terkait pemberian izin tambang pasir laut di masyarakat setempat.

“Kita akan lihat terlebih dahulu lokasinya sebelum memberikan izin. Kalau lokasi mereka dekat dengan tempat nelayan mencari ikan tentunya kita tidak akan beri izin,” tegasnya.

Isdianto juga kesal terhadap tambang ilegal yang beroperasi. Untuk menertibkan itu, dirinya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan aparat keamanan.

“Saya akan bicarakan terlebih dahulu dengan pak Kapolda, Danlantamal, dan unsur terkait. Kita tidak mau tambang ilegal di Kepri merusak mata pencaharian masyarakat,” katanya.

(san)