Dilaporkan Cindai, GBA Tidak Terima Dituduh Melakukan Ilegal Mining

Komisaris PT. GBA, Suria Bintan.

Komisaris PT. GBA, Suria Bintan.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Menanggapi laporan Himpunan Cerdik Pandai Melayu (Cindai) Kepri ke aparat penegak hukum, PT. Gunung Bintan Abadi (GBA) tidak terima dituduh melakukan ilegal mining dalam kegiatan pertambangan bauksit di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

“Ini fitnah dan telah merusak nama baik kami juga perusahaan kami (PT. GBA),” tegas Komisaris PT. GBA, Suria Bintan, di Tanjungpinang, Rabu (6/3).

Laporan Himpunan Cerdik Pandai Melayu (Cindai) kepada aparat penegak hukum dengan surat nomor: 029/I./CINDAI-KEPRI/II/2019, perihal Laporan Dugaan Illegal Mining Pengelolaan Tanpa Izin dan Penadah Barang Curian Biji Bauksit, tertanggal 18 Februari 2019.

Suria menjelaskan, permasalahan lahan warga yaitu antara Sdr. Hery Lijanto Lie dan Sdr. Basri dijadikan salah satu dasar untuk menuduh PT. GBA melakukan ilegal mining bahkan sebagai penadah bauksit curian.

Kemudian, sambung Suria, Cindai menyebut bauksit yang digali dari lahan tersebut dibeli oleh Jun Phen selaku pihak PT. GBA.

“Laporannya ini jelas ngaur, mengada-ngada serta sarat kebohongan,” tegasnya.

Surya menegaskan, pihaknya tidak punya kaitan soal sengketa lahan warga sebagaimana yang disebutkan Cindai dalam laporannya.

Selain itu, Sdr. Jun Phen sudah tidak ada sangkut paut apapun baik secara fakta maupun secara yuridis terhadap kegiatan usaha pertambangan dan pembelian bauksit oleh PT. GBA.

“Saya jelaskan bahwa pengelolaan PT. GBA sudah beralih ke tangan saya selaku komisaris dan Sdr. Edi Purwanto selaku direktur, sesuai akta pendirian notaris dengan keputusan Kemenkumham Nomor C-399.HT.03.01-TH 2006, tertanggal 4 September 2006, serta berita acara RUPS PT. GBA, tertanggal 20 Agustus 2018,” jelasnya.

Suria menuturkan, pihaknya terbuka menerima kritikan asalkan sesuai fakta. “Kalau inikan sudah fitnah dan pencemaran nama baik perusahaan kami (GBA) juga nama baik pribadi Pak Jun Phen. Tentu kami tidak terima dengan tuduhan tersebut,” tuturnya.

Disinggung apakah akan menempuh jalur hukum, Suria mengatakan saat ini pihaknya masih mempertimbangkan upaya hukum atas kerugian yang timbul dari pelaporan tersebut.

Namun demikian ia berharap adanya itikad baik dari Cindai untuk memberi klarifikasi atas tuduhan-tuduhan tersebut.

“Kami berharap adanya itikad baik dari pihak Cindai untuk menyampaikan klarifikasi terkait laporan tersebut. Ya secepatnya sebelum kami menempuh upaya hukum atas kerugian yang kami alami akibat laporan tersebut,” tegas Surya.

Terkait permasalahan tanah warga antara Sdr. Hery Lijanto Lie dan Sdr. Basri yang kemudian sebagai salah satu dasar bagi Cindai untuk melaporkan PT. GBA dengan dugaan melakukan ilegal mining, Kuasa Hukum CV. Gemilang Urip Santoso angkat bicara.

Urip menegaskan bahwa lahan yang sedang dipersengketakan itu masih dalam kawasan kegiatan usaha kliennya CV. Gemilang yang bergerak dibidang perumahan. Di lokasi itu rencananya akan dilakukan penataan lahan untuk permukiman.

Menurutnya tidak ada sengketa atau penyerobotan atas lahan dimaksud sebagaimana yang disebutkan Cindai dalam laporannya.

“Saya pastikan lahan tersebut milik Sdr. Basri, dan kenapa saya pastikan itu, karena tanah tersebut sudah dibebaskan Sdr. Basri, bukti kwitansi pembelian tanah oleh Sdr. Basri juga ada dikantor saya,” ungkap Urip.

Bahkan, kata Urip, pihak pemilik lahan yang telah menjual tanahnya itu kepada Sdr. Basri juga menandatangani surat pernyataan pembatalan surat kepada pihak lain, selain kepada Sdr. Basri.

“Surat tersebut juga ada di kantor saya, termasuk surat permohonan pada kepala desa atas permintaan pembatalan surat tanah atas objek tanah yang sudah dijual terlebih dahulu kepada Sdr. Basri diatas tanah tersebut,” ucapnya.

Ditanya apakah antara CV. Gemilang dan Sdr. Jun Phen maupun PT. GBA ada kerjasama dalam hal proyek pembangunan permukiman di lokasi tersebut, Urip mengatakan bahwa terkait proyek yang sedang direncanakan CV. Gemilang tidak pernah menjalin kerjasama baik terhadap Sdr. Jun Phen maupun dengan pihak PT. GBA.

“Tidak ada, tidak ada itu kerjasama CV. Gemilang dengan Sdr. Jun Phen maupun dengan PT. GBA,” katanya.

(sumber: suluh kepri)

Baca juga :

    Top