Didampingi Sekda, Bupati Natuna Tinjau KM Bukit Raya yang Nyaris Tenggelam

img-20180519-wa0017_1

Natuna, LintasKepri.com – Dengan menggunakan kapal cepat milik Pemda Natuna MV. Indra Perkasa 159, Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal yang di dampingi oleh Sekda Natuna Wan Siwandi, Kepala Dinas Perhubungan Natuna Iskandar DJ, dan Kabag Humas Setda Natuna Budi Dharma, melakukan peninjauan atas kandasnya Kapal milik PT. Pelni KM. Bukit Raya, di sekitar Perairan Bunguran Barat (Sedanau), Kabupaten Natuna. Sabtu (19/05/2018) pagi.

Setibanya rombongan di KM. Bukit Raya, Bupati Natuna bersama rombongan disambut baik oleh Kapten Kapal KM. Bukit Raya dan para anak buah kapal.

Dalam dialognya kepada Bupati Natuna, Kapten Noviansyah mengucapkan rasa maafnya atas insiden ini. Menurutnya semua ini adalah di luar dugaannya.

img-20180519-wa0014_1

“Namanya juga musibah pak mau gimana lagi. Saya minta maaf, kita juga tak ingin ini semua terjadi,” ucap sang Kapten kepada Bupati.

Noviansyah menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat para awak kapal dan para penumpang bersiap-siap melaksanakan sholat jum’at. Ketika kapal sedang berlayar dalam kecepatan rata-rata, tiba-tiba tanpa di sadari Kapal berbelok arah keluar dari garis radar karang.

“Kemarin kejadiannya hari Jum’at hampir jam 12.00 WIB, kami berfikir untuk melambatkan kecepatan supaya tidak terlalu cepat tiba di Pelabuhan Selat Lampa, karena kita mau melaksakan Sholat Jum’at dulu, tapi tiba-tiba kapal keluar dari jalur sehingga menabrak karang,” terangnya.

img-20180519-wa0015_1

Atas kejadian ini, dek dasar bagian tengah kapal mengalami kebocoran hingga menyebakan air masuk mencapai ketinggian 1,8 meter. Namun dijelaskannya, kebocoran tersebut tidak terganggu pada mesin, karena sudah di antisipasi oleh para ABK dengan menyekat setiap ruangan.

“Mesin juga tidak menjadi masalah, buktinya baling-baling kapal masih muter kemarin tanpa ada mati sedikitpun begitu stop mesin. Itu artinya baling-baling juga tidak ada masalah,” ungkap Kapten Noviansyah.

Saat ini kata Kapten Noviansyah, pihaknya sedang menunggu bantuan penyelaman dari basarnas Natuna guna mengecek segala kerusakan kapal akibat terhantam karang.

img-20180519-wa0018

Lebih jauh Kapten Noviansyah memastikan, setelah pihak penyelam tiba di TKP, tidak akan butuh waktu lama dalam perbaikan sementara. Setelah itu, Kapal akan di bawa ke galangan Kapal di Jakarta guna dilakukan Dok darurat.

Noviansyah meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak khawatir terkait pelayanan kapal KM. Bukit Raya pada mudik lebaran nanti. Pasalnya kata sang Kapten, pihaknya akan berusaha melayani para pemudik setelah selesai Dok darurat.

“Kita sama-sama berdo’a, biar semuanya selesai dengan cepat. InshaAllah untuk lebaran nanti, Kapal ini akan tetap bisa melayani masyarakat Natuna khususnya saat mudik,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal kepada Kapten Kapal beraharap untuk tetap bisa melayani rutenya pada lebaran nanti. Sebab, masyarakat Natuna, khususnya yang berada diluar Bunguran Besar, saat ini hanya bisa mengandalkan Kapal KM Bukit Raya untuk mengangkut orang dan barang dari dan ke Natuna.

“Harapannya segera selesai, kapal ini agar segera kembali ke Jakarta, sehingga pas lebaran nanti sudah bisa kembali melayani masyarakat Natuna,” harap Hamid Rizal.

Sebelumnya, Bupati Hamid juga telah melayangkan surat kepada PT. Pelni melalui Kementerian Perhubungan RI, guna mengantisipasi pelayanan penumpang pada mudik lebaran tahun ini.

“InshaAllah tidak akan ada hambatan, karena kita juga sudah mengirim surat biar masyarakat tetap bisa mudik lebaran nanti dengan menggunakan transportasi laut,” tutup Hamid.

Seperti diketahui, KM. Bukit Raya saat ini berposisi di atas karang dengan kedalaman laut bagian lambung buritan kapal setinggi 4,5 meter, lambung bagian tengah kapal setinggi 5,2 meter dan bagian lambung anjungan kapal sedalam 5,8 meter.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top