Dewi Kumalasari Raih Penghargaan Top Eksekutif Muslimah 2019

Dewi Kumalasari Raih Penghargaan Top Eksekutif Muslimah 2019.

Dewi Kumalasari Raih Penghargaan Top Eksekutif Muslimah 2019.

Jakarta, LintasKepri.com – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) memberikan penghargaan kepada Dewi Kumalasari sebagai Top Eksekutif Muslimah 2019 Kategori Politik dalam ajang “TOP Executive Muslim dan TOP Executive Muslimah 2019”.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum IPEMI sekaligus Ketua Dewan Juri Ingrid Kansil, disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di The Media Hotel, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Dewi Kumalasari yang kini menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPRD Provinsi Kepulauan Riau dinilai sebagai figur inspiratif bagi perempuan muslimah yang sukses di bidang politik.

Kiprahnya didunia politik dirasa telah memberikan warna bagi keterwakilan perempuan di parlemen.

Dewi Kumalasari juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan serta sangat sering turun ke masyarakat untuk melihat, mendengar dan memperjuangkan aspirasi. Selain itu ia juga didaulat sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Dewi Kumalasari Raih Penghargaan Top Eksekutif Muslimah 2019.

Dewi Kumalasari Raih Penghargaan Top Eksekutif Muslimah 2019.

Ditemui disela-sela acara, Dewi mengucapkan syukur dan terimakasih atas penghargaan yang diberikan. Ia mengatakan, kebahagian yang sesungguhnya adalah ketika lebih banyak lagi perempuan-perempuan muslimah berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Perempuan muslimah harus terus berkontribusi dalam setiap perubahan yang ada saat ini. Peran perempuan perlu terus didorong dan diberikan ruang yang lebih untuk berkarya,” ungkapnya.

Perempuan muslimah, sambung Dewi, berperan besar menentukan nasib arah perjalanan bangsa Indonesia ke depan. Perempuan muslimah juga memiliki andil dalam mendidik dan membina calon generasi di masa mendatang.

“Perempuan tentu tidak dapat dilepaskan dari kodratnya sebagai seorang istri dan ibu. Namun tidak serta merta menutup ruang kontribusi bagi perempuan muslimah untuk berbuat dan bergerak maju dalam pembangunan,” katanya.

(dar/*)

Baca juga :

Top