Desa Batu Gajah Konsen Tangkal Penyebaran Covid-19 di Natuna

Dari kanan, Kades Batu Gajah, Kurniawan Sindro Utomo, bersama Ketua BPD Batu Gajah, Wahyudin.

Natuna, LintasKepri.com – Penyebaran Corona Virus Disaese 2019 (Covid-19), ternyata bukan hanya menjadi permasalahan bagi Pemerintahan ditingkat Pusat, Daerah tingkat I maupun tingkat II. Namun kasus ini rupanya juga sudah menjadi permasalahan tersendiri bagi Pemerintahan ditingkat Desa.

Salah satunya adalah Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang juga ikut disibukkan dengan mewabahnya salah satu virus mematikan tersebut.

Desa yang berada disebelah selatan Kecamatan Bunguran Timur itu, juga sedang fokus untuk melakukan berbagai upaya guna menangkal penyebaran Covid-19.

Kades Batu Gajah bersama sejumlah stafnya saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan kerumah-rumah warga di Dusun Sebala.

“Kita juga sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran Virus Corona,” ujar Kepala Desa Batu Gajah, Kurniawan Sindro Utomo, saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (03/04/2020) siang.

Lelaki yang akrab disapa Kur itu menuturkan, bahwa pihaknya telah menyisihkan sejumlah anggaran yang diambil dari biaya Operasional Desa, demi memutus mata rantai virus yang berasal dari negara Tiongkok tersebut.

Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Batu Gajah, diantaranya dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara rutin ditempat-tempat umum, seperti rumah ibadah, rumah permukiman warga, perkantoran, sekolah-sekolah, maupun tempat yang biasa dikerumuni warga.

Satgas Penanganan Covid-19 Batu Gajah saat menyemprotkan cairan disinfektan disalah satu rumah ibadah.

Selain itu, pihaknya juga telah menyediakan sarana untuk mencuci tangan di Kantor Desa Batu Gajah, yang dilengkapi dengan sabun, tisue dan air yang mengalir.

“Pada Jum’at 28 Maret 2020 kemarin, kita juga sudah membentuk Satgas Penanganan Covid-19, yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa, dengan melibatkan seluruh aparatur Desa, baik itu RT, RW, Kadus, Sekdes serta BPD,” terang Kur.

Selain itu, sambung Kur, bahwa dalam rangka menghadapi kemungkinan terburuk atas virus tersebut, Pemerintah Desa yang baru dipimpinnya itu, juga telah menyediakan ruang khusus isolasi bagi warganya yang terjangkit Covid-19. Kedua ruang karantina yang terletak di RW 01 Air Pucuk dan RW 04 Sebala itu, merupakan gedung milik Pemerintah Desa setempat.

“Fasilitasnya memang belum kita sediakan, kita baru menysiapkan tempatnya saja. Ini kami lakukan demi efesiensi anggaran. Nanti jika memang terjadi hal buruk yang tidak kita inginkan, InshaAllah akan kita lengkapi fasilitasnya, seperti ranjang dan kebutuhan lainnya, sesuai kemampuan anggaran Desa,” terangnya.

Satgas Penanganan Covid-19 Batu Gajah saat ini juga sedang melakukan pengawasan terhadap sejumlah warganya, seperti para mahasiswa yang baru saja pulang dari luar daerah. Mereka dihimbau untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Memang belum ada sanksi bagi mereka yang keliaran, namun kami akan terus mengawasi, dan terus kami kasih himbauan supaya tidak banyak melakukan aktifitas diluar rumah,” pungkasnya.

Laporan : Erwin Prasetio