Dandim Natuna Tampung Asmara Pulau Tiga Barat, Soal Listrik dan Jalan Lingkar

Dandim Natuna saat menggelar pertemuan dengan masyarakat Pulau Tiga Barat.
Dandim Natuna saat menggelar pertemuan dengan masyarakat Pulau Tiga Barat.

Natuna, LintasKepri.com – Masyarakat Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berharap agar Pemerintah Daerah maupun Pusat, bisa memperhatikan pembangunan infrastruktur yang ada didaerah mereka.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa Setumuk, Bahari, kepada Dandim 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos., M.Tr., (Han), saat membuka Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang), Bela Negara, Bahaya Narkoba dan KB Kesehatan bagi Reproduksi Remaja, dalam rangka Karya Bhakti Binter Terpadu tahun anggaran 2019, di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Pulau Tiga Barat, pada Senin (14/11/2019) siang.

Dalam hal itu Bahari, mewakili masyarakat Pulau Tiga Barat, khususnya dari Desa Setumuk, supaya Pemerintah dapat membangun jaringan listrik yang hidup selama 24 jam, serta pembangunan jalan lingkar untuk menghubungkan kesetiap Desa yang ada di Kecamatan tersebut.

Dandim Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos., M.Tr., (Han), saat mendengarkan Aspirasi Masyarakat (Asmara) Pulau Tiga Barat.
Dandim Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos., M.Tr., (Han), saat mendengarkan Aspirasi Masyarakat (Asmara) Pulau Tiga Barat.

“Itulah harapan kami, Pak, tentang listrik yang belum hidup 24 jam, dan jalan penghubung antara Desa Setumuk dengan Desa Selading yang kondisinya sudah sangat parah,” keluh Bahari.

Kata Bahari, saat ini listrik di Desanya hanya hidup selama 12 jam. Sementara di daerah lain sudah hidup 24 jam, sesuai program Presiden RI Joko Widodo, yang bertekad membuat seluruh Desa di Indonesia yang terang benderang selama 24 jam. Artinya, program Presiden tersebut belum menyentuh ke Desa Setumuk, yang masuk kedalam Daerah Perbatasan.

Bahari bersama masyarakat lain berharap, agar program Karya Bhakti Binter Terpadu maupun Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) diwilayah Kodim 0318/Natuna, kedepan dapat menyasar ke Kecamatan Pulau Tiga Barat. Hal ini supaya dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur dan perekonomian masyarakat di Kecamatan yang baru berusia tiga tahun tersebut.

“Untuk akses jalan lingkar penghubung antar Desa Setumuk dan Desa Selading kami berharap, TMMD atau Karya Bhakti Binter Terpadu tahun depan bisa ada ditempat kami lagi. Kami berharap Bapak Dandim bisa memperjuangkan keinginan kami di sini,” harapnya.

Masyarakat Pulau Tiga Barat saat menyampaikan keluhannya kepada Dandim Natuna.
Masyarakat Pulau Tiga Barat saat menyampaikan keluhannya kepada Dandim Natuna.

Sementara itu Dandim 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos., M.Tr., (Han), yang menerima langsung Aspirasi Masyarakat (Asmara) diwilayah binaannya tersebut mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menampung terlebih dahulu segala aspirasi tersebut, untuk dikoordinasikan kepada Pemerintah Daerah maupun kepada Komando Atas.

“Kalau dari pihak Kodim sendiri, saat ini menampung apa yang menjadi keinginan masyarakat khususnya Kecamatan Pulau Tiga Barat, dan kami tetap berupaya untuk memabantu mengkomunikasikan baik kepada Pemerintah Daerah Natuna maupun kepada Komando Atas,” sebut Ferry.

Lelaki asal Kota Banyuwangi Provinsi Jawa Timur itu menjelaskan, bahwa penempatan TMMD maupun Karya Bhakti diwilayah Kodim 0318/Natuna, sudah berdasarkan hasil koordinasi bersama Pemerintah Daerah melalui Dinas dan Badan terkait, tentang Daerah mana saja yang menjadi prioritas pembangunan.

Sementara terkait Listrik, imbuh Ferry, bahwa diakuinya tidak dapat dimasukkan ke dalam program TMMD maupun Karya Bhakti TNI. Namun pihaknya tetap akan menyampaikan aspirasi tersebut agar dapat ditindak lanjuti, demi pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Keluhan inu akan kami tampung dulu, nanti kami sampaikan ke Pemda Natuna maupun kepada Komando Atas. Karena jujur saja, kalau mengenai pembangunan jaringan listrik, tidak bisa masuk dalam program TMMD maupun Karya Bhakti TNI,” terang Perwira Melati Dua tersebut.

Laporan : Erwin Prasetio