'

Dahlan Iskan Berpesan Membangun Tanjungpinang Harus Fokus

img-20180806-wa0038Tanjungpinang, LintasKepri.com – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan berpesan, membangun Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau harus fokus. Pada satu bidang dimulai dari hal kecil untuk melangkah dan jangan bermimpi terlalu besar tapi tidak berbuat.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara Coffee Morning bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Stakeholder Perekonomian yang mengupas tentang arah strategi pembangunan perekonomian jangka menengah Kota Tanjungpinang (2018-2023) di Aula Kantor Walikota Tanjungpinang, Senin (6/8).

Disisi lain Dahlan Iskan mengatakan, untuk maju perlu mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Tanjungpinang yaitu anak pintar, rasa aman, dan lingkungan sehat.

“Untuk menjadikan anak pintar perlu pendidikan. Jadikan sekolah bermutu yang memiliki standar mutu tersendiri. Lombakan sekolah tersebut apabila memenuhi standar, beri hadiah wifi gratis sehingga menjadi kota berteknologi mereka akan maju,” jelasnya.

Dahlan menambahkan, lingkungan juga menjadi faktor pendorong untuk membangun sebuah kota yang karakteristiknya seperti Kota Tanjungpinang.

“Agar sehat ciptakan lingkungan yang sehat juga. Lingkungan yang sehat itu harus bersih, rindang, dan indah. Semua itu dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas. Lakukan pengawasan,” kata dia.

“Saya melihat di jalan Batu Hitam sekitar Lantamal dapat dikembangkan untuk wilayah rindang, nyaman, dan indah. Kondisi ini dapat diterapkan pada ruas jalan lainnya di wilayah Kota Tanjungpinang. Bila sudah rindang dan bersih itu sudah pasti indah,” tambahnya.

Dahlan menyampaikan, sebuah kota yang baik adalah tidak macet, tidak banjir dan tidak ada lagi jalan berlubang. Dari hal tersebut Kota Tanjungpinang sudah digolongkan baik.

Kata dia ketiga hal tersebut minim sekali ditemukan. Selain itu juga, untuk menjadikan Tanjungpinang lebih baik perlu dibuat kota baru seperti di kawasan Senggarang yang dimulai dari jembatan gugus sampai ke kantor walikota.

“Saya harap ini tidak dirusak dan dijaga. Kota baru dikembangkan, setelah itu baru kota lama ditata kembali,” tuturnya.

Mantan Menteri BUMN ini juga memfokuskan 3 objek wisata yang dapat dikembangkan seperti Pulau Penyengat, Gedung Gonggong dan Vihara.

“Kalau ke Penyengat menggunakan perahu atau pompong disuguhkan dengan corak menarik dan unik sehingga pengunjung merasa senang dan tertarik. Gedung Gonggong bisa dijadikan water front city dengan berbagai fasilitas yang sederhana dan menarik. Serta Vihara yang memiliki nilai historis, perlu ditata kembali agar memiliki nilai jual. Objek wisata yang dikembangkan harus memiliki nilai yang berkesan bagi pengunjung,” pesannya.

img-20180806-wa0037Dahlan Iskan juga menyampaikan sinergitas antara pemerintah, pengusaha dan pelaku UMKM terus dibangun sehingga secara bersama-sama dapat membangun Kota Tanjungpinang lebih baik lagi.

“Pengusaha dan UMKM jangan terus-terusan mengeluh kepada pemerintah karena tidak memberikan pembinaan dan bantuan, justru pengusaha dan UMKM harus mengembangkan diri dan menangkap peluang. Pemerintah memiliki anggaran yang terbatas dan dibatasi oleh aturan yang harus dipatuhi. Semoga di Tanjungpinang dapat terbangun sinergitas antara pemerintah dan pengusaha untuk membangun Tanjungpinang yang cemerlang,” tutupnya.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono dalam sambutannya menuturkan, membangun Tanjungpinang perlu inovasi dan terobosan.

“Membangun bukan sekedar infrastrukturnya saja, akan tetapi perlu inovasi yang terbaru untuk membuat Tanjungpinang ini menjadi kota yang unik. Terobosan-terobosan yang telah dilakukan menjadi stimulasi untuk menjadikan pembangunan di Kota Tanjungpinang ini lebih bervariasi,” ungkapnya.

Selain Dahlan Iskan, dalam coffee morning ini juga menghadirkan ketua tim pembuat roadmap arah dan strategi pembangunan perekonomian Kota Tanjungpinang berasal dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta yakni DR. Murti Lestari, M.Si.

Ia menyampaikan bahwa banyak potensi yang dapat dikembangkan di Tanjungpinang dan punya nilai jual.

“Salah satunya adalah kuliner yang perlu dibuat kemasan yang menarik sehingga memiliki nilai jual dan daya beli dengan brand yang menarik,” jelasnya.

Begitu juga dengan sektor pariwisata yang ada, haruslah ditopang oleh industri yang mendukung pariwisata. Murti juga menyarankan vihara patung seribu yang banyak diminati turis mancanegara perlu adanya penjelasan terkait patung atau objek yang dilihat dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

“Jika itu semua dilakukan, maka pengunjung dapat menyerap nilai luhur yang terkandung didalamnya dan kita tidak asing di negeri sendiri,” saran Murti.

Menurut Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang Surjadi, melalui dialog ini dapat dijadikan masukan guna menentukan arah dan kebijakan Tanjungpinang ke depannya dan akan dimasukkan dalam roadmap pembangunan perekonomian Tanjungpinang 2018-2023.

“Untuk itu diperlukan komitmen bersama dalam membangun Kota Tanjungpinang,” tegas Surjadi.

Acara ini diprakarsai oleh Bappelitbang Kota Tanjungpinang yang dihadiri Rahma selaku Wakil Walikota Tanjungpinang terpilih.

(hms)

Baca juga :

Top