Pemko Tpi

Bongkar Muat Barang Diduga Ilegal Berjalan Mulus di Rimba Jaya

Lokasi pembongkaran diduga barang ilegal dari luar negeri dipelabuhan tikus perairan Pinang Marina, (22/8).
Lokasi pembongkaran diduga barang ilegal dari luar negeri dipelabuhan tikus perairan Pinang Marina, Rimba Jaya  (20/8).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sejumlah Mobil truk crane terlihat memuat barang diduga balpres atau barang elektronik yang telah dibongkar dari pompong, di perairan Pinang Marina, Rimba Jaya, Jalan Gudang Minyak, Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Sabtu (22/08) sore.

Hal tersebut diketahui media ini setelah mendapatkan informasi dari masyarakat melalui BlackBerry Messenger (BBM), ”Bang Kapal Aceng masuk bang, saat ini sedang bongkar di perairan Pinang Marina, Rimba Jaya,”  tulis Sumber yang meminta namanya tidak ditulis.

Kemudian awak media ini kelokasi guna melakukan kroscek. Setibanya dilokasi, informasi tersebut benar adanya aktivitas bongkar muat. Terlihat sebuah kapal berukuran besar, sedang membongkar barang yang diduga dari luar negeri, diperairan pulau Bayan tak jauh dari pantai Pinang Marina. Sejumlah pompong mengangkut barang dari kapal besar tersebut kemudian membogkar muatannya disekitar Pantai Pinang Marina.

Lokasi pembongkaran diduga barang ilegal dari luar negeri dipelabuhan tikus perairan Pinang Marina, (20/8).
Lokasi pembongkaran diduga barang ilegal dari luar negeri dipelabuhan tikus perairan Pinang Marina, Rimba Jaya (22/8).

Barang tersebut diduga diselundupkan dari Malaysia. Dilokasi, terlihat pompong yang mengangkut barang dari kapal besar ke pinggir pantai bolak balik mengangkut barang sarat muatan. Setibanya ditepi pantai, sejumlah buruh dan mobil truk crane sudah bersiap untuk membongkar dan mengangkut barang ketempat penyimpanan yang belum diketahui dimana barang tersebut disimpan.

Sebelumnya, Kamis (20/8) sekitar pukul 16.30 WIB, aktivitas bongkar muat juga terjadi dilokasi yang sama. Tidak terlihat seorang pun petugas mengawasi aktivitas bongkar muat dilokasi tersebut. Hanya ada sebuah kapal Patroli Polisi yang diduga milik Polisi Air dan Udara (Polairud) yang sedang berlabuh dilokasi bongkar muat yang diduga illegal.

Kemudian media ini menghampiri seorang pria dilokasi guna menanyakan barang siapa dan darimana asalnya, pria tersebut mengatakan dari Malaysia dibawa dengan kapal besar kemudian dibongkar di pulau bayan menggunakan pompong kemudian di bawa truk untuk disimpan kegudang.

“Siapa pemiliknya, saya kurang tau. Biasalah orang-orang itu juga, tak ada yang lain.” katanya. Sangat disayangkan, sumber tidak menjelaskan siapa orang yang dimaksud.

Hingga berita ini diunggah, media ini belum mengetahui pemilik dan nama kapal yang digunakan mengangkut barang diduga seludupan dari Malaysia tersebut, serta belum berhasil mengkonfirmasi ke pihak terkait. (aliasar)