Blusukan ke Letung, Dandim Natuna Himbau Nelayan Jaga Keselamatan

Dandim 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos. M.Tr (Han), saat menjalin Komunikasi Sosial (Komsos) dengan nelayan di Letung.
Dandim 0318/Natuna Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos. M.Tr (Han), saat menjalin Komunikasi Sosial (Komsos) dengan nelayan di Letung.

Anambas, LintasKepri.com – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-106 Wilayah Kodim 0318/Natuna, Letkol (Czi) Ferry Kriswardana, S.Sos. M.Tr.(Han) menghimbau agar nelayan tetap mengutamakan keselamatan saat malakukan aktifitas di laut.

Himbauan tersebut disampaikan langsung Letkol Ferry kepada sejumlah nelayan Letung, saat sedang mengisi persediaan Es Batu di salah satu pabrik Es, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Sabtu (26/10/2019) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas TMMD yang sekaligus merupakan Komandan Kodim 0318/Natuna itu mengatakan, cuaca saat ini menurutnya tidak bisa ditebak oleh kasat mata. Terlebih kata dia, wilayah Natuna dan Anambas akan memasuki musim utara.

“Utamakan keselamatan, apa lagi sudah mau masuk musim utara, ingat keluarga bapak menanti di rumah,” tutur Ferry, dengan nada lembut.

Ferry menyarankan, agar setiap kapal nelayan dapat dilengkapi dengan alat keselamatan seperti Jaket Pelampung dan alat komunikasi radio.

Rombongan Dansatgas TMMD ke 106 Wilayah Kodim 0318/Natuna, saat tiba di Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Rombongan Dansatgas TMMD ke 106 Wilayah Kodim 0318/Natuna, saat tiba di Letung, Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Perahunya sudah ada Jaket Pelampung sama Radio apa belum? Kalau belum ada baiknya dilengkapi, untuk menjaga keselamatan diri kita,” saran Ferry, kepada sejumlah nelayan.

Sebagai daerah kepulauan, masyarakat Letung Kabupaten Kepulauan Anambas, memang mayoritas memiliki pekerjaan sebagai nelayan tradisional. Pekerjaan tersebut memang memiliki resiko sangat tinggi. Karena mereka harus mengetahui saat kondisi cuaca ekstrim maupun bersahabat. Jika salah peritungan, dapat berakibat fatal pada keselamatan mereka.

Untuk itu Dandim Natuna berharap agar para nelayan benar-benar dapat memperkirakan datangnya cuaca, demi keselamatan. Ia pun meminta agar para nelayan selalu safety melengkapi alat pelindung diri saat beraktifitas dilaut.

Sementara salah seorang nelayan yang kerab dipanggil Bapak Cinta oleh masyarakat (45) kepada media ini mengaku hasil pekerjaannya cukup memuaskan.

Namun penghasilan tersebut tidak rutin mereka dapatkan setiap hari, tergantung pada kondisi cuaca.

“Kalau cuaca buruk, terpaksa kita nganggur di rumah, menunggu hingga cuaca baik agar kami bisa melaut lagi,” ujar Cinta. (Erwin/tim)