Pemko Tpi

BERSINAR Optimistis Tingkatkan Sektor Pertanian di Pulau Kundur

Calon Bupati Karimun, Iskandarsyah.

Karimun, LintasKepr.com – Calon Bupati dan Wakil Bupati Karimun Iskandarsyah-Anwar Abubakar merasa optimistis sektor pertanian dan perkebunan mampu ditingkatkan di Kundur, pulau terbesar di daerah tersebut.

Kandidat pilkada dengan jargon BERSINAR (Bersama Iskandar-Anwar) itu menyatakan Kundur merupakan pulau yang cocok dikembangkan untuk industri pertanian dan perkebunan.

“Lahan yang terbentang luas di Kundur cocok untuk pertanian dan perkebunan. Kami komitmen ingin membangun kedua sektor itu secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah,” kata Iskandar, Rabu.

Mantan anggota DPRD Kepri itu mengatakan pengelolaan sumber daya alam di pulau-pulau harus berbasis potensi. Penguatan sumber daya manusia dan teknologi dalam pengelola lahan di Kundur sebagai syarat terpenting untuk meningkatkan sektor pertanian dan perkebunan.

Sejak tahun 2008, kata dia Kundur memiliki pabrik pengelolaan gambir. Produk gambir sudah diekspor ke China dan Jepang. Dalam logika bisnis, kebutuhan gambir semakin meningkat seiring dengan tingkat permintaan.

Karena itu, jika terpilih menjadi Bupati Karimun, ia ingin pemerintah daerah membantu pengelolaan gambir dengan teknologi yang ramah lingkungan, dan juga membantu pemasaran produk olahan gambir ini.

Sejalan dengan itu, produktivitas pertanian gambir perlu ditingkatkan. Peluang ini harus diangkat oleh warga sehingga menambah pendapatan keluarga.

“Kami ingin pabrik ini berkembang pesat,” katanya.

Iskandar mengatakan teknologi pertanian dan perkebunan akan mempermudah masyarakat meningkatkan produktivitas, dan memiliki daya saing.

Produktivitas yang maksimal, dengan mutu yang terbaik akan memudahkan para petani dan pekebun untuk memasarkan hasil pertanian dan perkebunan baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Pulau Kundur dipastikan menjadi salah satu sentral bisnis pertanian dan perkebunan di Karimun yang mampu memajukan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keinginan untuk menjadikan Kundur sebagai “Pulau Bersinar”, pulau mandiri yang menjadi percontohan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Di Pulau Alai juga dapat dikembangkan bisnis pengelolaan sagu. Sagu dapat dijadikan sebagai alternatif makanan pokok selain beras. Jika tidak ada beras, maka sagu yang memiliki kandungan karbohidrat seperti nasi dapat diolah menjadi berbagai macam makanan.

Termasuk di pulau-pulau lainnya dapat dikembangkan bisnis, yang menghasilkan pendapatan untuk masyarakat dan daerah.

“Kami ingin membangun ‘Pulau Bersinar’ sebuah istilah untuk pulau yang maju dengan fasilitas umum yang memadai, dan kesejahteraan masyarakat yang merata. Ini bukan mimpi, tetapi dapat direalisasikan jika kita mampu mengelola pulau berbasis potensi alam dan SDM,” ujarnya.

(rls)