Bermodalkan “Dengkul”, Kuswanto Berhasil Rebut Hati Masyarakat Air Lengit

Kuswanto, S.IP., kepala Desa Air Lengit terpilih periode 2020-2026.

Kuswanto, S.IP., kepala Desa Air Lengit terpilih periode 2020-2026.

Natuna, LintasKepri.com – Kuswanto, S.IP, akhirnya sukses menobatkan dirinya sebagai salah satu putra terbaik di Desa Air Lengit (SP-3), Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepuluan Riau (Kepri).

Hal itu dibuktikan Kuswanto, pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 di Kabupaten Natuna, pada Minggu (17/11/2019) kemarin. Dalam kontestasi tersebut, Kuswanto sukses meraup suara terbanyak dari dua orang rivalnya, yaitu Sahikun dan Candra Adi Kusuma.

Lelaki kelahiran Air Lengit 10 Februari 1986 itu berhasil memperoleh 334 suara, unggul 129 suara dari Candra Adi Kusuma, yang hanya meraih 205 suara. Sementara Sahikun harus puas dengan perolehan 87 suara. Dengan hasil itu, Kuswanto dinyatakan menang usai perhitungan suara di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Air Lengit.

Tangis kebahagiaan pun pecah antara Kuswanto dengan para pendukungnya sore itu.

Kuswanto mengaku tidak menyangka, jika dirinya berhasil menumbangkan lawan-lawannya, yang dirasa lebih unggul darinya.

“Alhamdulillah, jujur ini murni, saya nggak punya modal apa-apa waktu pencalonan,” ungkapnya saat dihubungi LintasKepri.com, Senin (18/11/2019) siang.

Kuswanto tampak menangis bahagia sambil memeluk keluarganya, tatkala dinyatakan menang pada Pilkades Air Lengit 2019.

Kuswanto tampak menangis bahagia sambil memeluk keluarganya, tatkala dinyatakan menang pada Pilkades Air Lengit 2019.

Bahkan kata dia, spanduk pencalonannya pun ia dapat dari hasil sumbangan para pendukungnya.

“Ini bisa menjadi contoh, bahwa saya menang murni tanpa modal uang. Ini berkat kepercayaan keluarga dan masyarakat Desa Air Lengit kepada saya. Ini benar-benar amanah bagi saya. Sekali lagi saya sampaikan, ini murni,” tegas Kuswanto, dengan nada meyakinkan.

Sarjana Setrata Satu (S1) Ilmu Pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu menuturkan, bahwa kedepan ia akan fokus untuk memberdayakan perekonomian masyarakat Air Lengit.

Pasalnya kata dia, selama ini Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), hanya berkutat pada pembangunan infrastruktur atau fisik. Padahal, masih banyak potensi Desa seperti sektor pertanian dan perkebunan yang bisa digarap, untuk menambah Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Intinya saya akan fokus pada peningkatan ekonomi kerakyatan. Memang sih, infraatruktur itu juga penting, namun ekonomi kerakyatan bagi saya jauh lebih penting. Tujuannya agar masyarakat bisa mandiri secara ekonominya, lewat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” sebut Kuswanto.

Kuswanto bersama dua orang rivalnya saat menyaksikan perhitungan suara.

Kuswanto bersama dua orang rivalnya saat menyaksikan perhitungan suara.

Anak ketiga dari empat bersaudara itu menambahkan, bahwa sebelumnya ia mengaku sangat aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan maupun organisasi mahasiswa selama kuliah. Pengalaman itulah yang nanti menjadi modal baginya untuk membenahi sistem Pemerintahan di Desa Air Lengit kearah yang lebih baik lagi.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan di Desa Air Lengit itu, berharap tidak ada lagi gesekan dikalangan masyarakat usai pelaksanaan Pilkades tahun ini. Baginya pesta Demokrasi telah selesai, sudah saatnya masyarakat kembali bersatu padu, untuk bersama-sama membangun Desa Air Lengit agar menjadi lebih baik lagi kedepannya.

“Jangan ada lagi 01, 02 dan 03. Kita semua sama-sama warga Air Lengit. Mari kembali melebur, untuk bersama-sama membangun Desa ini. Saya juga masih butuh kontribusi dari para kandidat lain. Bagi saya mereka juga putra terbaik di Desa Air Lengit, yang memiliki potensi untuk mengembangkan Desa ini,” tutur Kuswanto.

Lelaki yang pernah menjadi seorang jurnalis di salah satu media cetak itu, berhasil merebut hati masyarakat Air Lengit dengan membawa Visi mewujudkan tata kelola Pemerintahan Desa yang Amanah, Jujur serta Transparan dalam rangka mewujudkan Desa Air Lengit yang Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top